BeritaOlahraga

Sumaya Raih Perak Olahraga Teqball Pada Asian Games 2026

40

Bergas Media – Nama teqball semakin dikenal masyarakat Indonesia setelah atlet putri Indonesia, Sumaya, berhasil meraih medali perak pada nomor tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Prestasi tersebut menjadi salah satu momen penting bagi perkembangan olahraga teqball Indonesia di panggung Asia.

Sumaya tampil hingga pertandingan final di Nagoya City Higashi Sports Center. Dalam laga perebutan medali emas, Sumaya menghadapi atlet Myanmar, Wai Khin Hnin. Pertandingan berlangsung ketat dalam tiga set dengan skor 12-10, 8-12, dan 9-12 untuk kemenangan atlet Myanmar. Sumaya pun membawa pulang medali perak.

Keberhasilan tersebut membuat banyak orang mulai bertanya: apa sebenarnya olahraga teqball, bagaimana cara memainkannya, dan alat apa yang digunakan?

Apa Itu Teqball?

Teqball merupakan olahraga yang menggabungkan unsur sepak bola dan tenis meja. Permainan dilakukan menggunakan sebuah meja khusus yang memiliki permukaan melengkung. Pemain harus mengontrol bola menggunakan bagian tubuh tertentu dan mengembalikannya melewati net menuju area lawan.

Menurut Federasi Internasional Teqball atau FITEQ, olahraga ini dikembangkan di Hungaria dan mulai diperkenalkan pada 2010-an. Teqball secara resmi disebut lahir pada 2012 dan dikembangkan oleh Gábor Borsányi, Viktor Huszár, dan György Gattyán.

Ide awalnya berasal dari permainan sepak bola yang dilakukan di atas meja tenis meja. Permukaan meja tenis meja yang datar dianggap kurang ideal untuk mengontrol bola. Karena itu, muncul gagasan membuat permukaan meja melengkung agar bola dapat memantul kembali ke arah pemain.

Dari gagasan tersebut kemudian lahirlah meja teqball yang menjadi ciri khas olahraga ini.

Perkembangan teqball berlangsung cukup cepat. FITEQ yang menjadi badan internasional olahraga ini didirikan pada 2017. Seiring perkembangan tersebut, teqball mulai dimainkan di berbagai negara dan masuk dalam sejumlah ajang olahraga internasional.

Cara Bermain Teqball

Sekilas, permainan teqball terlihat sederhana. Namun, pemain membutuhkan kemampuan kontrol bola, konsentrasi, keseimbangan, kecepatan, dan ketepatan yang tinggi.

Teqball dapat dimainkan dalam nomor tunggal maupun ganda. Dalam permainan tunggal terdapat dua pemain, sedangkan permainan ganda diikuti empat pemain atau dua pasangan.

Pemain menggunakan bola sepak bola sebagai bola permainan. Bola kemudian dikontrol menggunakan bagian tubuh selain tangan dan lengan.

Salah satu aturan penting adalah pemain hanya mendapatkan maksimal tiga sentuhan sebelum mengembalikan bola kepada lawan. Pemain tidak boleh menggunakan bagian tubuh yang sama dua kali secara berturut-turut dalam situasi yang dilarang oleh aturan permainan.

Dalam nomor ganda, dua pemain dalam satu tim juga harus bekerja sama. Bola harus dimainkan melalui rekan satu tim sebelum dikembalikan kepada lawan sesuai ketentuan permainan.

Pertandingan resmi menggunakan sistem best of three set. Set dimenangkan oleh pemain atau pasangan yang lebih dahulu mencapai 12 poin, dengan ketentuan pertandingan mengikuti regulasi resmi FITEQ.

Pemain juga tidak diperbolehkan menyentuh meja maupun lawan selama permainan berlangsung. Aturan tersebut membuat pertandingan lebih mengutamakan teknik, kontrol bola, pergerakan, dan strategi.

Alat yang Digunakan dalam Teqball

Peralatan utama dalam olahraga teqball sebenarnya tidak terlalu banyak.

Pertama, meja teqball. Inilah peralatan paling khas. Bentuk mejanya melengkung dan memiliki net di bagian tengah. Permukaan yang melengkung membuat bola memantul dengan arah tertentu sehingga pemain harus memiliki kemampuan membaca pantulan.

Kedua, bola sepak bola. Dalam pertandingan resmi, bola yang digunakan merupakan bola sepak bola ukuran 5 yang direkomendasikan dalam peraturan FITEQ.

Ketiga, area permainan. Teqball dapat dimainkan di berbagai permukaan, termasuk lapangan indoor, lapangan dengan permukaan akrilik, maupun area pasir, selama memenuhi ketentuan pertandingan.

Selain peralatan utama tersebut, atlet tentu membutuhkan perlengkapan olahraga seperti pakaian olahraga, sepatu, dan perlengkapan pendukung latihan.

Teqball Putri Indonesia di Asian Games 2026

Perhatian terhadap teqball di Indonesia meningkat setelah Sumaya tampil mengesankan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Menariknya, perjalanan Sumaya menuju level elite teqball berlangsung relatif singkat. Atlet Indonesia tersebut sebelumnya menekuni sepak takraw sebelum beralih ke teqball sekitar dua tahun sebelum Asian Games 2026. Kemampuan dasar sepak takraw kemudian membantu Sumaya dalam mengembangkan kontrol bola dan teknik permainan teqball.

Sumaya sempat melalui fase yang tidak mudah di Asian Games. Setelah menempati posisi kedua di Grup B, ia harus melewati babak repechage. Sumaya kemudian mengalahkan wakil Kamboja DY Koemyean dan melaju ke semifinal.

Di semifinal, Sumaya menghadapi wakil India Quimcy Joaquim Dsouza. Indonesia menang dalam tiga set dengan skor 7-12, 12-9, 12-7, sehingga Sumaya memastikan tempat di final.

Di partai puncak, Sumaya akhirnya harus mengakui keunggulan Wai Khin Hnin dari Myanmar. Meski gagal membawa pulang emas, medali perak Sumaya menjadi pencapaian bersejarah bagi Indonesia di cabang teqball Asian Games. Indonesia juga mendapatkan medali lain dari nomor teqball melalui Yoga Ardika Putra yang meraih perunggu.

Teqball, Olahraga Baru yang Semakin Mendunia

Keberhasilan Sumaya menunjukkan bahwa teqball bukan sekadar permainan rekreasi. Olahraga yang memadukan keterampilan sepak bola dengan karakteristik tenis meja ini telah berkembang menjadi cabang kompetitif dengan federasi dan kejuaraan internasional.

Bagi Indonesia, keberhasilan di Asian Games 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin mengenalkan teqball kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Dengan kebutuhan utama berupa meja teqball, bola sepak bola, serta kemampuan teknik dan koordinasi tubuh, olahraga ini dapat menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menyukai sepak bola tetapi ingin mencoba bentuk permainan yang berbeda.

Kini, nama Sumaya ikut membawa teqball semakin dikenal di Indonesia. Dari meja melengkung di arena pertandingan, olahraga asal Hungaria tersebut telah menemukan panggung baru di Asia dan mulai menorehkan sejarah bersama Merah Putih.

Exit mobile version