LUMAJANG, BERGAS MEDIA – Wisata Tumpak Sewu Lumajang semakin menarik perhatian wisatawan internasional. Hingga akhir September 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencapai 113.642 kunjungan sejak Januari 2026. Air terjun yang berada di Kecamatan Pronojiwo tersebut menjadi destinasi dengan kontribusi terbesar terhadap jumlah kunjungan turis asing.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Annisa Haryono, mengatakan total kunjungan wisatawan mancanegara tersebut merupakan akumulasi selama periode Januari hingga September 2026.
“Total wisatawan mancanegara sampai September 2026 sebanyak 113.642 kunjungan,” ujar Yuli, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Tumpak Sewu mencatat 96.334 kunjungan wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 84,8 persen dari total kunjungan wisman ke Lumajang selama sembilan bulan pertama 2026.
Angka ini memperlihatkan kuatnya daya tarik Tumpak Sewu sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan Jawa Timur yang mampu menjangkau pasar internasional.
Tumpak Sewu Dominasi Kunjungan Wisatawan Asing
Air Terjun Tumpak Sewu dikenal dengan panorama aliran air yang membentang di antara tebing tinggi dan vegetasi hijau. Bentuk lanskapnya yang menyerupai tirai air raksasa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata alam.
Keunikan panorama tersebut turut memperkuat posisi Tumpak Sewu dalam promosi pariwisata Lumajang. Destinasi ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan alam di kawasan Jawa Timur.
Besarnya jumlah kunjungan juga menunjukkan bahwa Tumpak Sewu memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi wisata Lumajang ke pasar global.
Meski demikian, tingginya konsentrasi kunjungan pada satu destinasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan objek wisata lainnya.
Daftar Kunjungan Wisman ke Destinasi Wisata Lumajang
Selain Tumpak Sewu, sejumlah destinasi lain di Kabupaten Lumajang juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara hingga September 2026.
Berikut rincian angka kunjungan yang dilaporkan:
- Tumpak Sewu: 96.334 kunjungan.
- Kapas Biru: 16.208 kunjungan.
- Air Terjun Kapas Biru: 891 kunjungan.
- B29: 91 kunjungan.
- Ranu Regulo: 66 kunjungan.
Data tersebut menunjukkan bahwa Tumpak Sewu masih mendominasi kunjungan wisatawan asing ke Lumajang. Sementara itu, destinasi lainnya mencatat angka kunjungan yang relatif lebih rendah.
Catatan khusus, data Kapas Biru dan Air Terjun Kapas Biru ditampilkan secara terpisah sesuai rincian yang dilaporkan. Karena itu, keduanya perlu diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah merupakan lokasi atau kategori pencatatan yang berbeda.
Promosi Wisata Lumajang Berpeluang Diperluas
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Annisa Haryono, menyebut capaian kunjungan wisatawan mancanegara tersebut sebagai bagian dari perkembangan pemasaran pariwisata daerah.
Promosi destinasi wisata Lumajang dinilai perlu terus diperkuat agar potensi alam yang dimiliki daerah tersebut semakin dikenal oleh pasar yang lebih luas.
Selain mempertahankan daya tarik Tumpak Sewu, pengenalan destinasi seperti Kapas Biru, B29, dan Ranu Regulo dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan perjalanan wisatawan.
Strategi tersebut berpotensi mendorong wisatawan untuk mengunjungi lebih dari satu lokasi selama berada di Lumajang. Dengan demikian, manfaat kunjungan wisata tidak hanya terpusat pada satu kawasan.
Pengembangan akses, penyediaan informasi perjalanan, promosi digital, serta peningkatan kualitas layanan juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing destinasi wisata daerah.
Dampak Ekonomi Pariwisata bagi Masyarakat
Tingginya kunjungan wisatawan mancanegara membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Pelaku usaha penginapan, jasa pemandu, transportasi lokal, rumah makan, hingga penjual produk UMKM berpotensi memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata.
Namun, besarnya angka kunjungan belum secara otomatis menggambarkan nilai pendapatan atau pemerataan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh lama tinggal wisatawan, pola pengeluaran, penggunaan jasa lokal, dan keterlibatan pelaku usaha setempat.
Karena itu, pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lumajang menjadi penting agar pertumbuhan kunjungan berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 113.642 hingga September 2026, Lumajang memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan wisata alam unggulan. Tantangan berikutnya adalah menjaga daya tarik Tumpak Sewu sekaligus memperluas promosi destinasi lain agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata.
