BeritaInternasionalTraveling

10 Negara Paling Banyak Dikunjungi di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

42

BERGAS MEDIA – Prancis mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata internasional paling banyak dikunjungi di dunia pada 2025 dengan sekitar 102 juta wisatawan internasional. Spanyol menyusul dengan 96,8 juta wisatawan, sedangkan Jepang mencatat rekor 42,68 juta pengunjung asing.

Namun, persaingan pariwisata global tidak hanya melibatkan negara-negara Eropa. China juga menjadi kekuatan besar pariwisata dunia, dengan 154,5 juta kunjungan masuk pada 2025 menurut statistik pemerintahnya. Angka ini mencakup kunjungan warga asing serta warga Hong Kong, Makau, dan Taiwan sehingga tidak dapat dibandingkan langsung dengan angka wisatawan internasional negara lain.

Sementara itu, Indonesia membukukan 15.386.646 kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Melansir data resmi pemerintah Prancis yang diumumkan pada 19 Februari 2026, penerimaan pariwisata internasional negara tersebut mencapai rekor 77,5 miliar euro. Di sisi lain, data Institut Statistik Nasional Spanyol (INE) menunjukkan belanja wisatawan internasional di Spanyol mencapai sekitar 134,7 miliar euro pada 2025.

Lantas, negara mana saja yang menjadi tujuan wisata utama dunia, berapa jumlah pengunjung China, dan bagaimana posisi Indonesia hingga pertengahan 2026?

Data Pariwisata Dunia 2025 dan Perkembangan hingga Pertengahan 2026

Menurut UN Tourism, perjalanan wisata internasional global mencapai sekitar 1,52 miliar kedatangan sepanjang 2025, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan 2024.

Perkembangan berlanjut pada 2026, meskipun pertumbuhannya melambat. Dalam laporan yang diterbitkan September 2026, UN Tourism memperkirakan sekitar 690 juta wisatawan melakukan perjalanan internasional pada Januari–Juni 2026. Jumlah tersebut naik tipis sekitar 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini merupakan data semester pertama 2026 yang dipublikasikan setelah periode tersebut berakhir, bukan data real-time pada Juni 2026.

Perlu dipahami bahwa tidak ada satu tabel peringkat global 2025 yang dapat dibentuk secara akurat dengan mencampurkan semua statistik kedatangan. Sebagian negara menghitung wisatawan yang menginap, sebagian menghitung pengunjung asing, dan lainnya memasukkan kunjungan harian atau perjalanan warga dari wilayah administratif tertentu.

Berikut sepuluh destinasi utama dan pasar pariwisata dunia berdasarkan angka resmi 2025 yang tersedia serta data pembanding yang dapat diverifikasi. Daftar ini bukan peringkat global definitif dari nomor 1 hingga 10 karena definisi statistik antarnegara tidak sepenuhnya seragam.

1. Prancis – 102 Juta Wisatawan Internasional

Prancis mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata internasional terkemuka dunia pada 2025.

Melansir Kementerian Ekonomi Prancis, negara tersebut menerima sekitar 102 juta wisatawan internasional, naik dari 100 juta pada 2024. Pendapatan pariwisata internasional mencapai 77,5 miliar euro, meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Destinasi wisata populer Prancis meliputi:

  • Paris: Menara Eiffel, Museum Louvre, dan Katedral Notre-Dame.
  • French Riviera: kawasan pesisir Mediterania dengan pantai dan resor mewah.
  • Lembah Loire: kastel dan bangunan bersejarah.
  • Pegunungan Alpen Prancis: wisata ski, pendakian, dan panorama pegunungan.
  • Provence: desa tradisional, kuliner, dan lanskap pedesaan.

Keunggulan Prancis terletak pada kekayaan budaya, arsitektur, kuliner, transportasi, dan pilihan destinasi yang menarik sepanjang tahun.

2. Spanyol – 96,8 Juta Wisatawan Internasional

Spanyol mencatat rekor baru dengan menerima sekitar 96,8 juta wisatawan internasional pada 2025.

Melansir pemerintah Spanyol berdasarkan data INE, jumlah tersebut meningkat 3,2 persen dibandingkan 2024. Belanja wisatawan internasional mencapai sekitar 134,7 miliar euro, atau naik 6,8 persen.

Destinasi unggulannya antara lain:

  • Barcelona: arsitektur, budaya, dan wisata perkotaan.
  • Madrid: museum, kuliner, dan wisata olahraga.
  • Kepulauan Balearic: Mallorca, Ibiza, dan pantai Mediterania.
  • Kepulauan Canary: resor, pantai, dan wisata alam.
  • Sevilla: arsitektur bersejarah dan budaya Andalusia.

Spanyol menjadi pesaing utama Prancis karena menggabungkan wisata pantai, budaya, kuliner, dan hiburan dengan fasilitas pariwisata yang berkembang.

3. China – 154,5 Juta Kunjungan Masuk, tetapi Bukan Angka Wisatawan Asing Saja

China perlu mendapat perhatian khusus dalam pembahasan pariwisata dunia.

Melansir publikasi statistik ekonomi nasional China yang dirilis 28 Februari 2026, jumlah kunjungan masuk ke China mencapai 154,5 juta pada 2025, meningkat 17,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rinciannya adalah:

  • 35,17 juta kunjungan warga negara asing, meningkat 30,6 persen.
  • 119,32 juta kunjungan warga Hong Kong, Makau, dan Taiwan, meningkat 13,7 persen.
  • Sekitar 30,08 juta kunjungan warga asing dilakukan dengan memanfaatkan kebijakan bebas visa.

Angka 154,5 juta tersebut merupakan jumlah kunjungan atau perjalanan masuk, bukan jumlah individu unik. Seseorang yang melakukan beberapa perjalanan dapat tercatat lebih dari sekali.

Apakah China menjadi negara paling banyak dikunjungi di dunia?

China memiliki volume kunjungan masuk yang sangat besar. Namun, angka 154,5 juta tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk menyimpulkan China berada di peringkat pertama dunia, sebab komponen statistiknya berbeda dari angka wisatawan internasional Prancis yang mencapai 102 juta.

Jika yang dibandingkan adalah kunjungan warga negara asing saja, China mencatat sekitar 35,17 juta kunjungan pada 2025. Angka ini pun harus disandingkan dengan kategori yang setara dari negara lain sebelum peringkat global dapat ditentukan.

Destinasi wisata China yang paling populer antara lain:

  • Beijing: Tembok Besar China, Kota Terlarang, dan Lapangan Tiananmen.
  • Shanghai: kawasan Bund, gedung pencakar langit, dan pusat belanja.
  • Xi’an: Tentara Terakota dan warisan Jalur Sutra.
  • Chengdu: pusat konservasi panda dan kuliner Sichuan.
  • Zhangjiajie: formasi pegunungan yang terkenal dengan pemandangan alamnya.

Pertumbuhan kunjungan masuk China didukung oleh kebijakan bebas visa, konektivitas transportasi, kekayaan sejarah, dan daya tarik kota-kota modern.

4. Amerika Serikat – Sekitar 68,3 Juta Kedatangan Wisatawan Internasional

Amerika Serikat tetap menjadi salah satu pasar pariwisata terbesar dunia, meskipun kedatangan internasionalnya mengalami penurunan pada 2025.

Melansir data OECD dalam publikasi OECD Tourism Trends and Policies 2026, Amerika Serikat mencatat sekitar 68,3 juta kedatangan wisatawan internasional pada 2025, turun sekitar 5,5 persen dibandingkan 2024.

Destinasi populernya meliputi:

  • New York City: Times Square, Central Park, dan Patung Liberty.
  • Las Vegas: hiburan, pertunjukan, dan resor.
  • Los Angeles: Hollywood dan wisata perfilman.
  • Orlando: taman hiburan keluarga.
  • Grand Canyon: panorama alam dan wisata petualangan.

Besarnya wilayah, industri hiburan, dan keragaman lanskap membuat Amerika Serikat tetap menjadi tujuan penting bagi wisatawan internasional.

5. Turki – Sekitar 60,6 Juta Kedatangan pada 2024

Turki, yang secara resmi dikenal sebagai Türkiye, merupakan tujuan wisata utama yang menghubungkan Eropa dan Asia.

Data pembanding UN Tourism yang dirangkum OECD menunjukkan sekitar 60,6 juta kedatangan wisatawan internasional pada 2024. Angka ini merupakan data pembanding 2024, bukan jumlah final 2025.

Destinasi populer Turki meliputi:

  • Istanbul: arsitektur bersejarah dan perpaduan budaya Eropa-Asia.
  • Cappadocia: formasi batuan dan wisata balon udara.
  • Antalya: pantai dan resor Mediterania.
  • Pamukkale: teras travertin putih.
  • Ephesus: peninggalan arkeologi zaman kuno.

Wisata budaya, sejarah, pantai, dan kuliner menjadi kekuatan utama pariwisata Turki.

6. Italia – Sekitar 57,7 Juta Kedatangan pada 2024

Italia terkenal dengan peninggalan Kekaisaran Romawi, seni Renaisans, arsitektur, dan kulinernya.

Data pembanding OECD yang merujuk pada statistik pariwisata internasional menunjukkan sekitar 57,7 juta kedatangan wisatawan internasional pada 2024. Angka ini tidak boleh dianggap sebagai jumlah final 2025.

Destinasi wisata unggulannya adalah:

  • Roma: Colosseum dan berbagai situs peninggalan Romawi.
  • Venesia: kanal, gondola, dan bangunan bersejarah.
  • Florence: museum dan karya seni Renaisans.
  • Milan: pusat mode, desain, dan belanja.
  • Amalfi Coast: desa pesisir dan panorama laut.

Italia menarik wisatawan melalui kombinasi sejarah, seni, kuliner, dan lanskap alam.

7. Jepang – 42,68 Juta Pengunjung Asing pada 2025

Jepang mencatat salah satu rekor pariwisata terbesar di Asia pada 2025.

Melansir Japan National Tourism Organization (JNTO) pada 21 Januari 2026, jumlah pengunjung asing ke Jepang mencapai 42.683.600 orang sepanjang 2025, meningkat 15,8 persen dibandingkan 2024.

Destinasi populer Jepang meliputi:

  • Tokyo: teknologi, belanja, dan hiburan.
  • Kyoto: kuil, taman, dan budaya tradisional.
  • Osaka: kuliner dan wisata hiburan.
  • Gunung Fuji: ikon alam Jepang.
  • Hokkaido: salju, ski, dan panorama alam.

Pertumbuhan Jepang didukung oleh konektivitas penerbangan, kuliner, budaya populer, serta pengalaman wisata empat musim.

8. Jerman – Sekitar 37,1 Juta Kedatangan pada 2025

Jerman menawarkan perpaduan sejarah, museum, kastel, kota modern, dan festival.

Melansir data OECD, Jerman mencatat sekitar 37,1 juta kedatangan wisatawan internasional pada 2025, turun sekitar 0,8 persen dibandingkan 2024.

Destinasi populernya antara lain:

  • Berlin: sejarah, museum, dan seni.
  • Munich: budaya Bavaria dan Oktoberfest.
  • Frankfurt: pusat bisnis dan museum.
  • Black Forest: kawasan hutan dan pegunungan.
  • Lembah Rhine: kastel dan panorama sungai.

Jerman juga menjadi tujuan penting untuk perjalanan bisnis, pameran dagang, dan konferensi internasional.

9. Austria – Sekitar 33,5 Juta Kedatangan pada 2025

Austria terkenal dengan Pegunungan Alpen, kota bersejarah, musik klasik, dan wisata musim dingin.

Melansir data OECD, Austria mencatat sekitar 33,5 juta kedatangan wisatawan internasional pada 2025, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan 2024.

Destinasi unggulannya meliputi:

  • Wina: istana, museum, dan musik klasik.
  • Salzburg: kota bersejarah dan tempat kelahiran Mozart.
  • Innsbruck: wisata pegunungan dan olahraga musim dingin.
  • Hallstatt: desa tepi danau dengan panorama pegunungan.
  • Pegunungan Alpen: ski, pendakian, dan wisata alam.

Austria mengandalkan wisata budaya dan alam yang dapat dinikmati sepanjang tahun.

10. Meksiko – 98,2 Juta Pengunjung Internasional dalam Kategori yang Lebih Luas

Meksiko merupakan salah satu negara dengan jumlah kunjungan internasional yang besar.

Menurut data Kementerian Pariwisata Meksiko, negara tersebut mencatat sekitar 98,2 juta pengunjung internasional pada 2025. Namun, angka ini menggunakan kategori pengunjung yang lebih luas daripada wisatawan internasional yang menginap.

Untuk kategori wisatawan internasional, Meksiko melaporkan sekitar 47,8 juta orang pada 2025.

Destinasi populer Meksiko meliputi:

  • Cancún: pantai Karibia dan kawasan resor.
  • Mexico City: museum, sejarah, dan kuliner.
  • Tulum: pantai dan peninggalan peradaban Maya.
  • Chichén Itzá: situs arkeologi Maya.
  • Los Cabos: wisata bahari dan resor.

Perbedaan kategori statistik ini membuat angka Meksiko tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan angka Prancis atau Spanyol.

Indonesia Peringkat Berapa di Dunia pada 2025?

Indonesia mencatat 15.386.646 kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025.

Melansir publikasi International Visitor Arrivals Statistics 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tersebut meningkat 10,80 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 13.886.678 kunjungan.

Data tersebut disusun berdasarkan sumber Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Mobile Positioning Data.

Meskipun pertumbuhannya positif, peringkat resmi Indonesia di dunia belum dapat dipastikan dari angka nasional tersebut saja. Penetapan peringkat memerlukan data lengkap negara-negara lain dengan definisi statistik yang sebanding.

Pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia

Berdasarkan tabel statistik BPS yang diperbarui pada 25 Mei 2026, kedatangan melalui pintu masuk utama Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebagai berikut.

Pintu masukJumlah kedatangan
Bandara Ngurah Rai, Bali6.907.585
Bandara Soekarno-Hatta2.760.838
Batam1.593.757
Bandara Kualanamu289.656
Pintu masuk lainnya3.834.810
Total Indonesia15.386.646

Bali menjadi pintu masuk terbesar wisatawan mancanegara. Daya tarik budaya, pantai, resor, kuliner, dan konektivitas penerbangan menjadikan pulau tersebut salah satu wajah utama pariwisata Indonesia.

Destinasi wisata Indonesia yang populer

Bali menawarkan pantai, pura, seni, kuliner, dan akomodasi internasional.

Jakarta menjadi pusat bisnis, belanja, kuliner, serta gerbang perjalanan ke berbagai daerah.

Yogyakarta dan Borobudur memiliki daya tarik sejarah, pendidikan, budaya, dan warisan peradaban.

Labuan Bajo terkenal dengan Taman Nasional Komodo, wisata bahari, dan panorama pulau.

Raja Ampat menjadi tujuan wisata bahari dan menyelam dengan keanekaragaman hayati laut yang kaya.

Danau Toba menawarkan panorama danau vulkanik serta budaya Batak.

Bagaimana Perkembangan Pariwisata Dunia hingga Pertengahan 2026?

Melansir UN Tourism, sekitar 690 juta wisatawan melakukan perjalanan internasional pada semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 0,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan ini lebih lambat daripada pertumbuhan tahunan 2025 yang mencapai sekitar 4 persen.

Beberapa tantangan yang memengaruhi industri pariwisata dunia meliputi:

  • Ketidakpastian geopolitik dan keamanan.
  • Kenaikan biaya perjalanan dan harga energi.
  • Gangguan konektivitas penerbangan.
  • Perubahan pola belanja dan preferensi wisatawan.
  • Kebutuhan mengendalikan dampak lingkungan dan kepadatan destinasi.

Di tengah kondisi tersebut, negara-negara tujuan wisata berupaya meningkatkan kualitas layanan, memperluas konektivitas, memperkuat promosi, serta mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Exit mobile version