BeritaOlahraga

Como 1907 vs RB Leipzig: Debut Liga Champions Berakhir dengan Kemenangan 4-1

37

BERGAS MEDIA — Como 1907 mencatat malam bersejarah ketika menjalani debut di Liga Champions 2026/2027. Tidak sekadar tampil untuk pertama kalinya di kompetisi elite Eropa, klub asal Italia tersebut langsung memberikan kejutan dengan menghancurkan RB Leipzig dengan skor telak 4-1.

Pertandingan Como vs Leipzig berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, pada Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Cesc Fabregas tampil percaya diri dan mampu mengatasi tekanan besar pada laga bersejarah tersebut.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Como untuk menunjukkan bahwa keberadaan mereka di Liga Champions 2026/2027 bukan sekadar pelengkap.

Como Langsung Tampil Percaya Diri

Sejak pertandingan dimulai, Como 1907 memperlihatkan permainan agresif. Dukungan penuh tifosi di Stadion Sinigaglia membuat para pemain Como tampil tanpa terlihat mengalami demam panggung.

Salah satu peluang awal hadir melalui Tasos Douvikas dan Nico Paz. Namun, kiper RB Leipzig, Maarten Vandevoordt, mampu melakukan dua penyelamatan penting secara beruntun.

Como sebenarnya sempat mencetak gol lebih awal. Namun, gol tersebut dianulir karena Lucas Da Cunha lebih dahulu berada dalam posisi offside ketika mengirimkan umpan tarik dari sisi kiri.

Meski gol tersebut tidak disahkan, tekanan Como terus berlanjut.

Martin Baturina Cetak Gol Bersejarah

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-15. Martin Baturina mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pencetak gol pertama Como 1907 di Liga Champions.

Gol tersebut bermula dari serangan yang dibangun Baturina. Ia memberikan bola kepada Douvikas yang kemudian mengirimkan umpan silang dari sisi kiri.

Pertahanan Leipzig sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk menghalau bola. Namun, bola justru jatuh kembali ke arah Baturina.

Tanpa membuang kesempatan, Baturina langsung melepaskan tendangan keras yang menghujam gawang Leipzig.

Como unggul 1-0.

Gol tersebut langsung disambut ledakan kegembiraan dari ribuan tifosi yang memenuhi Stadion Sinigaglia.

Gol Baturina menjadi momen yang sangat penting karena merupakan gol pertama Como 1907 sepanjang sejarah klub di Liga Champions.

Baca Juga : Debut Emil Audero di LaLiga: Jadi Starter Lawan Real Madrid

Jean Butez Jadi Penyelamat Como

Setelah tertinggal, RB Leipzig mulai meningkatkan tekanan. Tim Bundesliga Jerman tersebut berusaha memanfaatkan pengalaman mereka di kompetisi Eropa untuk mengembalikan keadaan.

Leipzig hampir menyamakan kedudukan melalui Antonio Nusa. Namun, kiper Como, Jean Butez, tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Butez kembali memperlihatkan peran pentingnya ketika menepis tembakan melengkung Andrija Maksimovic.

Tekanan Leipzig ternyata tidak membuat Como kehilangan kendali. Justru tuan rumah kembali menemukan celah untuk memperbesar keunggulan.

Douvikas Bawa Como Unggul 2-0

Menjelang akhir babak pertama, tepatnya menit ke-38, Como 1907 kembali mencetak gol.

Kali ini giliran Anastasios Douvikas yang mencatatkan namanya di papan skor.

Baturina kembali menjadi aktor penting dalam proses gol tersebut. Ia mengirimkan umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Douvikas.

Douvikas lolos dari jebakan offside dan langsung menyambut bola sebelum melepaskan tendangan keras ke arah gawang Leipzig.

Como 1907 unggul 2-0.

Tidak ada tambahan gol hingga pertandingan memasuki jeda. Como membawa keunggulan dua gol ke ruang ganti.

Leipzig Berusaha Bangkit

Memasuki babak kedua, RB Leipzig mencoba meningkatkan intensitas serangan. Mereka tidak ingin debut Como di Liga Champions berubah menjadi pesta kemenangan besar.

Leipzig mendapatkan sejumlah peluang. Salah satunya melalui Willi Orban yang mencoba memanfaatkan tendangan bebas David Raum.

Namun, Orban gagal menjangkau bola sehingga peluang tersebut terbuang.

Como justru mampu memanfaatkan momentum dan kembali memberikan tekanan kepada pertahanan Leipzig.

Assane Diao Cetak Gol Ketiga Como

Tekanan Como akhirnya kembali membuahkan hasil. Assane Diao mencetak gol ketiga untuk membawa tuan rumah semakin jauh meninggalkan Leipzig.

Gol tersebut membuat suasana Stadion Sinigaglia semakin bergemuruh.

Como unggul 3-0 atas RB Leipzig.

Keunggulan tiga gol membuat Como berada dalam posisi sangat nyaman. Namun, Leipzig belum menyerah.

Leipzig Perkecil Ketertinggalan

RB Leipzig akhirnya mendapatkan gol balasan melalui Andrija Maksimovic.

Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 3-1 dan memberikan sedikit harapan bagi Leipzig untuk melakukan comeback.

Namun, Como tetap mampu menjaga konsentrasi. Anak asuh Cesc Fabregas tidak membiarkan Leipzig mengembangkan momentum terlalu jauh.

Pertahanan Como bekerja keras untuk meredam serangan lawan, sementara lini depan tetap mencari peluang untuk mencetak gol tambahan.

Maximo Perrone Pastikan Kemenangan 4-1

Pada penghujung pertandingan, Como 1907 akhirnya memastikan malam bersejarah tersebut berakhir sempurna.

Maximo Perrone mencetak gol keempat Como sekaligus mengubah skor menjadi 4-1.

Gol tersebut memastikan kemenangan telak Como dalam pertandingan debut mereka di Liga Champions 2026/2027.

Peluit panjang kemudian menjadi tanda pesta besar bagi Como dan para suporternya.

Como 1907 menang 4-1 atas RB Leipzig.

Nico Paz: Ini Malam yang Bersejarah

Pemain Como, Nico Paz, menggambarkan pertandingan tersebut sebagai salah satu malam paling penting dalam perjalanan klub.

“Ini adalah malam yang bersejarah. Kami menjalani pertandingan yang luar biasa. Kami sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan ini dan kami benar-benar bahagia,” ujar Nico Paz kepada Sky Sport Italia.

Nico Paz juga menegaskan bahwa dirinya ingin terus berkembang bersama Como dan menikmati pertandingan-pertandingan besar seperti ini.

“Saya ingin tinggal di sini untuk malam-malam seperti ini, saya tahu di sinilah saya akan berkembang paling pesat, dan saya sangat senang dengan keputusan saya. Saya telah membuat pilihan yang tepat,” sambungnya.

Perjalanan Como dari Serie D ke Liga Champions

Kesuksesan Como 1907 di Liga Champions terasa semakin istimewa jika melihat perjalanan klub dalam beberapa tahun terakhir.

Como pernah berada di Serie D, kasta bawah sepak bola Italia. Pada 2019, klub tersebut dibeli oleh Grup Djarum, perusahaan yang dimiliki keluarga Hartono dari Indonesia.

Sejak saat itu, Como menjalani proses pembangunan klub secara bertahap.

Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa Como kembali ke Serie A pada 2024.

Musim 2025/2026 kemudian menjadi titik balik penting. Como mampu mengakhiri kompetisi Serie A di posisi keempat, sebuah pencapaian yang membuat mereka mendapatkan tiket menuju Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Dari kasta amatir hingga tampil di panggung terbesar sepak bola Eropa, perjalanan tersebut menjadi salah satu kisah menarik dalam sepak bola Italia.

Stadion Sinigaglia Jadi Saksi Sejarah

Debut Como 1907 di Liga Champions juga berlangsung di stadion kebanggaan mereka, Giuseppe Sinigaglia.

Stadion tersebut menjalani renovasi selama musim panas untuk memenuhi standar yang ditetapkan UEFA.

Hasilnya, Sinigaglia menjadi saksi langsung bagaimana Como mencatat sejarah di kompetisi antarklub Eropa.

Dukungan tifosi sepanjang pertandingan turut memberikan energi tambahan bagi para pemain.

Bagi Como, kemenangan atas Leipzig bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga simbol bahwa perjalanan panjang klub akhirnya membawa mereka ke panggung sepak bola Eropa.

Como Bukan Sekadar Peserta Liga Champions

Kemenangan 4-1 atas RB Leipzig memberikan pesan kuat kepada para pesaing Como di Liga Champions 2026/2027.

Sebagai klub yang baru pertama kali tampil di kompetisi tersebut, Como justru mampu mengalahkan lawan yang memiliki pengalaman lebih panjang di level Eropa.

Tim asuhan Cesc Fabregas menunjukkan keberanian, organisasi permainan, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang.

Martin Baturina, Douvikas, Assane Diao, hingga Maximo Perrone menjadi bagian dari malam yang akan selalu dikenang dalam sejarah klub.

Kini perhatian akan tertuju pada perjalanan Como di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Jika konsistensi mampu dipertahankan, Como 1907 berpeluang menjadi salah satu kejutan terbesar Liga Champions 2026/2027.

Exit mobile version