Bergas Media – Situs Adan-Adan Kediri kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai hasil penelitian arkeologi mengungkap sejumlah fakta penting tentang kawasan bersejarah tersebut. Situs yang berada di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini disebut memiliki kompleks kuno yang luas dan berpotensi menjadi salah satu pusat peradaban besar di masa lampau.
Penelitian yang dilakukan tim arkeolog menemukan berbagai struktur bangunan, artefak Buddha, hingga dugaan hubungan dengan situs purbakala lain di sekitar Kediri. Meski bangunan utama situs tidak sebesar Candi Borobudur, kawasan pendukungnya diyakini membentang cukup luas.
Kompleks Situs Adan-Adan Diduga Sangat Luas
Salah satu fakta yang paling banyak dibicarakan mengenai Situs Adan-Adan Kediri adalah dugaan luas kawasan kompleksnya. Isu mengenai situs yang disebut lebih besar dari Borobudur ternyata bukan berasal dari ukuran bangunan utama, melainkan area pendukung di sekitarnya.
Menurut penjelasan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, bangunan utama situs diperkirakan hanya memiliki ukuran sekitar 7×7 meter hingga 8×8 meter. Namun area kompleks pendukungnya diduga membentang dari Dusun Candi sampai wilayah Wonorejo.
Keberadaan banyak ruang dan struktur pendukung membuat para peneliti menduga kawasan tersebut dahulu merupakan pusat aktivitas keagamaan dan permukiman kuno yang cukup besar.
Situs Adan-Adan dinilai unik karena memiliki tata ruang yang berbeda dibanding sejumlah situs candi lain di Jawa Timur.
Diduga Terhubung dengan Situs Tondowongso
Fakta menarik lainnya dari Situs Adan-Adan Kediri adalah dugaan keterkaitannya dengan Situs Tondowongso yang berada sekitar tiga kilometer dari lokasi utama.
Para arkeolog menemukan sejumlah kemiripan karakter bangunan dan material yang memunculkan dugaan adanya hubungan antara kedua kawasan purbakala tersebut.
Jika penelitian lanjutan membuktikan keduanya memang saling terhubung, maka wilayah Kediri berpotensi menjadi salah satu pusat peradaban kuno terbesar di Jawa Timur pada masa lalu.
Hingga saat ini, penelitian mengenai hubungan antara Situs Adan-Adan dan Situs Tondowongso masih terus dilakukan oleh tim arkeolog dan peneliti sejarah budaya.
Baca Juga : Rotasi dan Pelantikan ASN Lumajang Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
Temuan Artefak Buddha Jadi Bukti Penting
Ekskavasi yang dilakukan di kawasan Situs Adan-Adan Kediri juga menghasilkan berbagai temuan penting bercorak Buddha. Beberapa di antaranya berupa kepala arca Buddha, fragmen stupa, struktur bata kuno, dan ornamen batu.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kawasan Adan-Adan pernah menjadi pusat kegiatan agama Buddha di masa lampau.
Keberadaan peninggalan bercorak Buddha di Kediri tergolong cukup langka, karena sebagian besar peninggalan sejarah di Jawa Timur lebih identik dengan budaya Hindu dari era Kerajaan Singhasari dan Majapahit.
Pemilik Lahan Ikut Menjaga Kelestarian Situs
Karena sebagian besar area Situs Adan-Adan berada di atas tanah milik warga, Pemerintah Kabupaten Kediri mengambil langkah khusus untuk menjaga kelestarian situs tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan keluarga pemilik lahan sebagai juru pelihara situs. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga keamanan kawasan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian cagar budaya.
Pemerintah daerah berharap keterlibatan warga dapat membantu menjaga kondisi situs agar tetap terawat sambil menunggu proses penelitian dan pengembangan kawasan wisata sejarah.
Berpotensi Jadi Wisata Edukasi Sejarah di Kediri
Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap Situs Adan-Adan Kediri membuat kawasan ini mulai dilirik sebagai destinasi wisata edukasi sejarah dan budaya.
Selain memiliki nilai arkeologi tinggi, situs tersebut juga menyimpan banyak informasi mengenai perkembangan peradaban kuno di wilayah Kediri.
Dengan berbagai temuan penting yang terus dikaji, Situs Adan-Adan diperkirakan akan menjadi salah satu situs purbakala paling berpengaruh di Jawa Timur dalam beberapa tahun mendatang.
