Bergas Media — Kontingen Indonesia akhirnya mengoleksi dua medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Medali emas pertama datang dari tim bulu tangkis beregu putra, sedangkan emas kedua dipersembahkan lifter Rahmat Erwin Abdullah melalui nomor 75 kilogram putra.
Dua emas tersebut menjadi suntikan penting bagi perjuangan Indonesia di Asian Games 2026, yang berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Hingga pembaruan Minggu, 27 September 2026, Indonesia berada di peringkat ke-14 klasemen sementara perolehan medali dengan koleksi 2 emas, 4 perak, dan 17 perunggu, atau total 23 medali.
Emas Pertama Indonesia dari Bulu Tangkis Beregu Putra
Penantian Indonesia untuk mendapatkan medali emas akhirnya terhenti pada Kamis, 24 September 2026.
Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berhasil merebut emas setelah melalui pertandingan dramatis menghadapi China pada partai final.
Indonesia menang dengan skor 3-2 atas China dalam pertandingan final yang berlangsung di Jepang.
Pertandingan berlangsung ketat sejak partai pertama. Jonatan Christie yang turun sebagai tunggal putra pertama Indonesia belum mampu menyumbangkan angka setelah menghadapi wakil China, Shi Yu Qi.
Jonatan beberapa kali kehilangan poin akibat kesalahan sendiri sehingga China lebih dahulu mendapatkan keuntungan.
Namun, perjuangan Indonesia tidak berhenti setelah kehilangan partai pertama.
Para pemain Merah Putih mampu menjaga konsentrasi dan memberikan perlawanan pada partai-partai berikutnya hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor akhir 3-2.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadikan bulu tangkis beregu putra sebagai penyumbang emas pertama Indonesia di Asian Games 2026.
Medali emas ini memiliki arti penting karena menjadi pembuka keran emas Indonesia setelah sebelumnya kontingen Merah Putih mengumpulkan sejumlah medali dari berbagai cabang olahraga.
Rahmat Erwin Persembahkan Emas Kedua
Dua hari setelah emas dari bulu tangkis, Indonesia kembali merayakan keberhasilan di podium tertinggi.
Rahmat Erwin Abdullah menjadi pahlawan berikutnya setelah tampil luar biasa dalam nomor angkat besi 75 kilogram putra, Sabtu, 26 September 2026.
Rahmat mencatat total angkatan 366 kilogram, terdiri dari 160 kilogram pada snatch dan 206 kilogram pada clean and jerk.
Hasil tersebut mengantarkan Rahmat meraih medali emas sekaligus menambah koleksi emas Indonesia menjadi dua.
Menurut laporan ANTARA, catatan tersebut juga membuat Rahmat mempertajam rekor dunia clean and jerk serta melewati catatan rekor total angkatan sebelumnya.
Rekor Dunia Langsung Pecah
Penampilan Rahmat di Asian Games 2026 tidak hanya menghasilkan emas.
Ia juga mencatatkan rekor dunia pada nomor yang diikutinya.
Rahmat berhasil melakukan clean and jerk 206 kilogram. Angkatan tersebut melewati rekor sebelumnya yang berada di angka 205 kilogram.
Pada total angkatan, Rahmat membukukan 366 kilogram.
Angka tersebut juga melewati rekor sebelumnya sebesar 365 kilogram.
Dengan demikian, satu penampilan Rahmat menghasilkan dua catatan penting sekaligus: medali emas Asian Games dan rekor dunia.
Medali perak pada nomor tersebut diraih lifter Thailand Weeraphon Wichuma dengan total angkatan 365 kilogram, sedangkan perunggu menjadi milik lifter Korea Utara Ri Chong Song dengan total 357 kilogram.
Indonesia Naik ke Peringkat 14
Tambahan emas dari Rahmat Erwin membuat posisi Indonesia dalam klasemen medali Asian Games 2026 mengalami perubahan.
Sebelum mendapatkan emas kedua, Indonesia masih berada di posisi ke-19. Setelah Rahmat menjadi juara, posisi Indonesia naik ke peringkat ke-14.
Hingga pembaruan Minggu, 27 September 2026, Indonesia mengoleksi:
- 2 emas
- 4 perak
- 17 perunggu
- 23 total medali
Indonesia berada di bawah China Taipei yang juga memiliki dua emas, tetapi unggul dalam jumlah perak dan perunggu.
Klasemen Sementara Asian Games 2026
Berikut klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2026 hingga Minggu, 27 September 2026 berdasarkan pembaruan pagi hari WIB:
| Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | China | 107 | 41 | 28 | 176 |
| 2 | Jepang | 31 | 49 | 49 | 129 |
| 3 | Korea Selatan | 16 | 21 | 36 | 73 |
| 4 | Uzbekistan | 8 | 17 | 9 | 34 |
| 5 | Kazakhstan | 8 | 8 | 19 | 35 |
| 6 | Thailand | 8 | 7 | 9 | 24 |
| 7 | Iran | 7 | 14 | 7 | 28 |
| 8 | Bahrain | 7 | 2 | 2 | 11 |
| 9 | Korea Utara | 5 | 5 | 4 | 14 |
| 10 | India | 4 | 12 | 14 | 30 |
| 11 | Hong Kong | 4 | 11 | 14 | 29 |
| 12 | Malaysia | 4 | 1 | 7 | 12 |
| 13 | China Taipei | 2 | 5 | 17 | 24 |
| 14 | Indonesia | 2 | 4 | 17 | 23 |
| 15 | Filipina | 2 | 2 | 6 | 10 |
| 16 | Qatar | 2 | 2 | 1 | 5 |
| 17 | Kuwait | 2 | 1 | 2 | 5 |
| 18 | Tajikistan | 2 | 1 | 1 | 4 |
| 19 | Singapura | 1 | 5 | 3 | 9 |
| 20 | Makau | 1 | 4 | 1 | 6 |
| 21 | Vietnam | 1 | 1 | 16 | 18 |
Data tersebut menunjukkan China masih berada di posisi teratas dengan 107 emas dan 176 total medali, disusul Jepang dengan 31 emas dan Korea Selatan dengan 16 emas. Indonesia berada di posisi ke-14 dengan 23 medali.
Perjuangan Indonesia Masih Berlanjut
Asian Games 2026 masih berlangsung sehingga klasemen dapat berubah sewaktu-waktu.
Dengan dua emas, Indonesia masih memiliki kesempatan menambah koleksi medali melalui berbagai cabang olahraga yang memasuki babak penting.
Keberhasilan tim bulu tangkis beregu putra membuka keran emas dan kemudian disusul rekor dunia Rahmat Erwin Abdullah menjadi modal penting bagi kontingen Merah Putih untuk melanjutkan perjuangan.
Indonesia kini mengoleksi dua emas, empat perak, dan 17 perunggu. Posisi ke-14 menjadi catatan sementara perjuangan Merah Putih hingga Minggu, 27 September 2026.
Perhatian berikutnya tertuju pada pertandingan-pertandingan lanjutan yang masih dapat mengubah komposisi klasemen medali Asian Games 2026.
