Tiga Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO - Bergas Media
BeritaIndonesia

Tiga Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO

18
×

Tiga Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO

Share this article

Tiga Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bukti Pengelolaan Berkelanjutan Diakui Dunia

Bergas Media, JAKARTA – Indonesia kembali mencatat prestasi di panggung internasional setelah tiga kawasan geopark nasional resmi memperoleh Green Card UNESCO Global Geoparks (UGGp). Pengakuan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan kawasan geowisata Indonesia dinilai konsisten memenuhi standar global dalam pelestarian warisan geologi, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Tiga geopark yang berhasil meraih pengakuan tersebut adalah Geopark Kaldera Toba di Sumatera Utara, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di Jawa Barat, dan Geopark Rinjani-Lombok di Nusa Tenggara Barat. Ketiganya menerima sertifikat dalam agenda revalidasi UNESCO tahun 2025 yang diumumkan pada acara resmi di Paris, Prancis, pada 27 April 2026.

Pengakuan Dunia untuk Pengelolaan Geopark Indonesia

Status Green Card merupakan bentuk pengakuan UNESCO terhadap kawasan geopark yang dinilai berhasil mempertahankan kualitas pengelolaan sesuai kriteria internasional. Penilaian tersebut tidak hanya menyoroti keindahan alam, tetapi juga mencakup upaya pelestarian, edukasi, konservasi, hingga kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dalam evaluasinya, UNESCO menilai bahwa ketiga geopark Indonesia tersebut berhasil menjaga warisan geologi kelas dunia sekaligus mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan. Artinya, pengelolaan kawasan tidak semata berfokus pada kunjungan wisata, tetapi juga memperhatikan perlindungan lingkungan dan budaya lokal.

Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah geopark terbanyak di dunia. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 12 UNESCO Global Geoparks, menjadikannya berada di peringkat ketiga dunia bersama Italia.

Indonesia Masuk Tiga Besar Negara dengan Geopark Terbanyak

Berdasarkan data UNESCO, saat ini terdapat 241 UNESCO Global Geoparks yang tersebar di 51 negara. Dalam daftar tersebut, Tiongkok berada di posisi pertama dengan 51 geopark, disusul Spanyol dengan 18 geopark. Indonesia menempati posisi ketiga dengan 12 geopark, sejajar dengan Italia, dan di atas Jepang yang memiliki 11 geopark.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi geologi yang sangat kaya dan beragam. Dari kaldera vulkanik, pegunungan, hingga bentang pesisir dan kawasan batuan purba, seluruhnya menjadi aset berharga yang diakui dunia.

Tiga Geopark yang Raih Green Card UNESCO

1. Geopark Kaldera Toba
Terletak di Sumatera Utara, kawasan ini dikenal sebagai kaldera vulkanik terbesar di dunia. Danau Toba yang terbentuk dari letusan supervulkan ribuan tahun lalu menjadi daya tarik utama sekaligus warisan geologi kelas dunia.

2. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu
Berlokasi di Jawa Barat, kawasan ini terkenal dengan lanskap teluk, air terjun, dan formasi batuan purba. Geopark ini menjadi salah satu destinasi unggulan yang menggabungkan geowisata dengan pelestarian budaya masyarakat lokal.

3. Geopark Rinjani-Lombok
Berada di Nusa Tenggara Barat, geopark ini mencakup kawasan Gunung Rinjani yang memiliki panorama kawah dan danau vulkanik spektakuler. Selain kekayaan geologinya, kawasan ini juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Sasak.

Aspek Penilaian UNESCO terhadap Geopark

Untuk memperoleh Green Card, setiap kandidat geopark harus melalui penilaian ketat dari UNESCO. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi:

  • Warisan geologi bernilai internasional
  • Badan pengelola geopark yang aktif
  • Sarana dan prasarana pendukung
  • Program edukasi dan konservasi
  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal
  • Pelestarian budaya dan warisan non-geologi

Penilaian ini menunjukkan bahwa sebuah geopark tidak cukup hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dorong Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

Pencapaian tiga geopark Indonesia ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di tanah air. Dengan pengakuan internasional, kawasan geopark dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Kementerian Pariwisata menilai bahwa keberhasilan ini menjadi bukti Indonesia mampu mengelola destinasi wisata berbasis alam secara bertanggung jawab. Ke depan, penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan masyarakat dinilai penting agar status ini dapat terus dipertahankan.

Selain menjadi kebanggaan nasional, pengakuan UNESCO ini juga menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak hanya mempesona, tetapi juga dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk menjaga warisan bumi bagi generasi mendatang.

Kesimpulan

Raihan Green Card UNESCO oleh tiga geopark Indonesia menjadi kabar menggembirakan bagi sektor pariwisata nasional. Keberhasilan Kaldera Toba, Ciletuh-Palabuhanratu, dan Rinjani-Lombok membuktikan bahwa Indonesia mampu menjaga kekayaan geologi kelas dunia dengan pengelolaan yang berkelanjutan.

Dengan total 12 geopark yang diakui UNESCO, Indonesia kini semakin kokoh sebagai salah satu pusat geopark terbesar dunia. Prestasi ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga alam dan mendukung pengembangan wisata yang ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *