BERGAS MEDIA – Ketika sebagian besar orang sudah menikmati masa pensiun pada usia 60 hingga 70 tahun, seorang dokter asal Jepang bernama Shigeaki Hinohara justru masih aktif bekerja, memberikan kuliah, menulis buku, menerima pasien, dan menjalani aktivitas profesional pada usia lebih dari 100 tahun.
Bahkan saat memasuki usia 103 tahun, Hinohara masih memiliki jadwal kerja yang padat. Ia tetap menghadiri berbagai acara kesehatan, menjadi pembicara, serta terus mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Kisahnya menarik perhatian dunia karena bukan sekadar teori. Hinohara membuktikan sendiri bahwa seseorang dapat tetap produktif, aktif, dan sehat hingga usia yang sangat lanjut.
Dokter yang lahir pada tahun 1911 tersebut akhirnya wafat pada usia 105 tahun pada Juli 2017. Namun hingga beberapa bulan sebelum meninggal, ia masih bekerja dan melayani masyarakat. Menurut berbagai laporan internasional, Hinohara bahkan tetap menyimpan agenda kerja hingga lima tahun ke depan dan mampu bekerja hingga 18 jam sehari.
Kisah hidupnya kemudian menjadi inspirasi dunia kesehatan dan penelitian umur panjang atau longevity. Banyak ahli mencoba memahami apa yang membuat tubuhnya tetap sehat selama lebih dari satu abad.
Siapa Shigeaki Hinohara?
Shigeaki Hinohara merupakan salah satu dokter paling berpengaruh di Jepang. Ia dikenal sebagai tokoh yang membantu membangun fondasi sistem kesehatan modern Jepang dan menjadi pelopor pemeriksaan kesehatan preventif.
Selama puluhan tahun ia bekerja di St. Luke’s International Hospital di Tokyo dan dikenal sebagai ahli yang fokus pada pencegahan penyakit, kesehatan masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup lansia.
Ia juga menulis lebih dari 150 buku mengenai kesehatan dan kehidupan. Salah satu buku terkenalnya berjudul Living Long, Living Good, yang menjadi rujukan banyak orang dalam memahami konsep hidup sehat dan panjang umur
“Jangan Pernah Berhenti Bekerja”
Salah satu nasihat paling terkenal dari Hinohara adalah mengenai pekerjaan dan tujuan hidup.
Dalam wawancara yang kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia, Hinohara mengatakan:
“Pensiun seharusnya tidak diperlukan, tetapi jika harus dilakukan, lakukan jauh setelah usia 65 tahun.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu filosofi hidup yang selalu ia pegang. Menurut Hinohara, manusia membutuhkan alasan untuk bangun setiap pagi.
Ia percaya bahwa memiliki tujuan hidup akan menjaga pikiran tetap aktif, menjaga semangat hidup, dan membantu seseorang tetap sehat secara mental maupun fisik.
Penelitian modern mendukung pendapat tersebut. Berbagai studi menunjukkan bahwa individu yang memiliki tujuan hidup yang kuat cenderung memiliki risiko kematian lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, serta penurunan fungsi otak yang lebih lambat dibanding mereka yang kehilangan arah hidup setelah pensiun.
Baca Juga : Beberapa Manfaat Daun Kumis Kucing untuk Kesehatan, Lengkap Cara Mengeringkan dan Membuat Teh Herbal
Rahasia Pola Makan Hinohara
Salah satu faktor yang paling sering dibahas dalam kisah umur panjang Hinohara adalah pola makannya yang sederhana.
Ia tidak pernah mengikuti diet ekstrem. Namun ia sangat disiplin menjaga asupan makanan dan berat badan.
Menu hariannya terkenal sederhana:
- Jus jeruk pada pagi hari.
- Kopi.
- Satu sendok minyak zaitun.
- Makan siang ringan.
- Makan malam berupa nasi, sayuran, ikan, serta sedikit daging tanpa lemak beberapa kali seminggu.
Selama puluhan tahun berat badannya relatif stabil dan tidak jauh dari angka sekitar 60 kilogram. Ia juga percaya bahwa hampir semua orang yang berumur panjang memiliki satu kesamaan penting, yaitu tidak mengalami kelebihan berat badan.
Dari sudut pandang ilmu kesehatan modern, kebiasaan tersebut sangat masuk akal.
Obesitas diketahui meningkatkan risiko:
- Penyakit jantung.
- Diabetes tipe 2.
- Stroke.
- Hipertensi.
- Kanker tertentu.
Berat badan yang terjaga membantu tubuh mempertahankan metabolisme yang sehat serta mengurangi peradangan kronis yang sering dikaitkan dengan proses penuaan.
Penelitian Tentang Darah dan Kesehatan Pembuluh Darah
Salah satu aspek yang sering terlupakan dalam pembahasan umur panjang adalah kesehatan darah dan sistem peredaran darah.
Meskipun Hinohara tidak pernah mengklaim adanya “obat ajaib” untuk hidup hingga 100 tahun, ia selalu menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pencegahan penyakit sejak dini.
Dalam dunia medis modern, darah memiliki peran yang sangat penting karena berfungsi mengangkut:
- Oksigen.
- Nutrisi.
- Hormon.
- Sel imun.
- Zat-zat penting untuk regenerasi tubuh.
Penelitian di bidang gerontologi atau ilmu penuaan menunjukkan bahwa kesehatan pembuluh darah menjadi salah satu penentu utama umur panjang.
Ketika pembuluh darah rusak akibat tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, atau gaya hidup buruk, proses penuaan cenderung berlangsung lebih cepat.
Kerusakan pembuluh darah dapat mengurangi aliran darah ke:
- Jantung.
- Otak.
- Ginjal.
- Otot.
- Organ-organ vital lainnya.
Karena itu, banyak ahli kesehatan saat ini menyebut bahwa umur panjang sebenarnya sangat erat kaitannya dengan kemampuan seseorang menjaga kesehatan sistem peredaran darahnya.
Pola hidup Hinohara yang aktif bergerak, menjaga berat badan, makan secukupnya, dan mengelola stres secara tidak langsung membantu menjaga kesehatan darah serta pembuluh darah sepanjang hidupnya.
Baca Juga : Plt Camat Tempursari Dorong Anggota PWRI Tetap Rutin Melakukan Aktivitas Fisik
Aktif Bergerak Setiap Hari
Meskipun telah berusia sangat lanjut, Hinohara tidak pernah menjadikan usia sebagai alasan untuk berhenti bergerak.
Salah satu kutipannya yang terkenal adalah:
“Saya menaiki tangga dua anak tangga sekaligus untuk menggerakkan otot.”
Nasihat tersebut terlihat sederhana, tetapi memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu:
- Memperkuat jantung.
- Menjaga elastisitas pembuluh darah.
- Meningkatkan sirkulasi darah.
- Menurunkan risiko stroke.
- Mempertahankan massa otot.
- Mengurangi risiko demensia.
Yang menarik, Hinohara tidak menganjurkan olahraga berat bagi semua orang. Ia lebih menekankan pentingnya bergerak setiap hari dibanding melakukan olahraga ekstrem sesekali.
Jangan Terlalu Bergantung pada Dokter
Sebagai seorang dokter, Hinohara justru memiliki pandangan yang cukup unik mengenai dunia medis.
Ia pernah mengatakan bahwa masyarakat tidak boleh menyerahkan seluruh tanggung jawab kesehatan kepada dokter.
Menurutnya, kesehatan terbaik berasal dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya dari obat-obatan.
Ia mengingatkan bahwa dokter tidak bisa menyembuhkan semua penyakit. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama.
Pandangan tersebut kini menjadi prinsip utama dalam kesehatan modern, yaitu mengutamakan pencegahan dibanding pengobatan.
Tertawa Adalah Obat
Di tengah perkembangan teknologi medis yang semakin canggih, Hinohara justru percaya bahwa kebahagiaan memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan.
Ia pernah berkata:
“Tertawa dan bersenang-senang adalah obat yang sesungguhnya bagi tubuh dan jiwa.”
Kutipan tersebut kini banyak didukung penelitian psikologi kesehatan.
Berbagai studi menunjukkan bahwa emosi positif dapat:
- Menurunkan hormon stres.
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
- Menurunkan tekanan darah.
- Meningkatkan kualitas tidur.
- Mengurangi risiko depresi.
Di sisi lain, stres kronis diketahui dapat mempercepat proses penuaan melalui peningkatan peradangan dalam tubuh.
Selalu Membuat Rencana Masa Depan
Hal lain yang membuat banyak orang kagum adalah kebiasaan Hinohara yang selalu memiliki rencana jangka panjang.
Ia bahkan masih mengatur agenda hingga lima tahun ke depan ketika usianya telah melewati satu abad.
Menurut Hinohara:
“Isi buku harian dengan rencana masa depan.”
Baginya, memikirkan masa depan membantu otak tetap aktif dan mencegah seseorang terjebak dalam penyesalan masa lalu.
Ahli neurologi modern menemukan bahwa aktivitas mental seperti membuat rencana, membaca, belajar, menulis, dan mengajar membantu mempertahankan koneksi saraf di otak sehingga fungsi kognitif dapat bertahan lebih lama.
Belajar Seumur Hidup
Hinohara tidak pernah berhenti belajar.
Setelah usia 75 tahun, ia masih menulis puluhan buku baru dan terus memberikan ceramah kepada masyarakat.
Kebiasaan belajar tersebut menjadi contoh nyata bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkembang.
Penelitian tentang neuroplastisitas menunjukkan bahwa otak manusia tetap mampu membentuk koneksi baru bahkan pada usia lanjut.
Karena itu, membaca, menulis, belajar keterampilan baru, dan menjaga rasa ingin tahu menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan otak.
Pelajaran Terbesar dari Shigeaki Hinohara
Jika dirangkum, rahasia umur panjang Shigeaki Hinohara bukan berasal dari suplemen mahal, terapi eksperimental, ataupun teknologi medis mutakhir.
Sebaliknya, ia menjalani prinsip-prinsip sederhana yang kini justru didukung oleh berbagai penelitian kesehatan dunia.
- Menjaga berat badan ideal.
- Tidak makan berlebihan.
- Aktif bergerak setiap hari.
- Menjaga kesehatan darah dan pembuluh darah.
- Memiliki tujuan hidup.
- Terus belajar.
- Mengurangi stres.
- Tertawa dan menikmati hidup.
- Tetap produktif selama mungkin.
Kisah Hinohara menunjukkan bahwa umur panjang bukan hanya soal berapa lama seseorang hidup, tetapi bagaimana seseorang tetap sehat, aktif, dan bermanfaat bagi orang lain selama hidupnya.
Pada akhirnya, dokter Jepang yang masih bekerja di usia 103 tahun tersebut meninggalkan pesan sederhana yang hingga kini terus menginspirasi dunia: hidup sehat bukanlah hasil dari satu keputusan besar, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
