Plt Camat Tempursari Dorong Anggota PWRI Tetap Rutin Melakukan Aktivitas Fisik - Bergas Media
BergasMedia
Pasang Iklan • Advertorial • Media Partner • Promosi Bisnis • Hubungi WA 0815-2874-4279
Hubungi Kami
BeritaIndonesia

Plt Camat Tempursari Dorong Anggota PWRI Tetap Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

84
×

Plt Camat Tempursari Dorong Anggota PWRI Tetap Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Share this article
Source : PWRI Lumajang

Bergas Media, LUMAJANG – Komitmen untuk mewujudkan lansia sehat dan produktif terus diperkuat oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Tempursari. Melalui pelantikan pengurus masa bakti 2025–2030 yang dirangkai dengan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), organisasi ini mengajak para lanjut usia untuk tetap aktif, mandiri, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Tempursari tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial di usia senja. Di tengah meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia, upaya menciptakan lansia sehat, aktif, dan produktif menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang besar bagi pembangunan bangsa.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tempursari sekaligus Pembina PWRI Kecamatan Tempursari, Ns. Rondy Henrianto, S.Kep., mengajak seluruh anggota PWRI untuk mensyukuri anugerah usia panjang dengan tetap melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Bertambahnya usia bukan berarti seseorang harus berhenti beraktivitas. Pengalaman hidup yang dimiliki para lansia dapat menjadi modal besar untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.”

Angka Harapan Hidup Indonesia Terus Meningkat

Peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di sektor kesehatan. Dalam beberapa dekade terakhir, rata-rata usia harapan hidup warga Indonesia mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan semakin baiknya akses layanan kesehatan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, serta membaiknya kualitas kesejahteraan secara umum. Namun, usia panjang perlu diimbangi dengan kualitas hidup yang baik agar para lansia dapat menikmati masa tua secara optimal.

Para ahli kesehatan menilai bahwa keberhasilan mencapai usia lanjut yang sehat tidak hanya bergantung pada faktor medis, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental, hubungan sosial, dan gaya hidup sehari-hari.

Baca Juga : Lumajang Puncaki Wisman Jawa Timur 2026

Aktivitas Fisik Menjadi Kunci Lansia Tetap Sehat

Salah satu pesan utama dalam kegiatan PWRI Tempursari adalah pentingnya menjaga tubuh tetap aktif. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin terbukti mampu membantu menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kualitas hidup para lansia.

Berjalan kaki, senam pagi, bersepeda santai, berkebun, maupun melakukan peregangan selama 20 hingga 30 menit setiap hari merupakan aktivitas sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan.

Kebiasaan bergerak secara teratur mampu meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot dan tulang, serta membantu mengontrol berat badan. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat mengurangi risiko jatuh yang sering terjadi pada kelompok usia lanjut.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga untuk lansia yang dilakukan secara konsisten dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, menjaga stamina, serta memperbaiki keseimbangan tubuh sehingga lansia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Baca Juga : Rotasi dan Pelantikan ASN Lumajang Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Kesehatan Mental Lansia Perlu Mendapat Perhatian

Ketua PWRI Kabupaten Lumajang, Endang Istijowati, menegaskan bahwa menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup. Kesehatan mental juga memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan lansia yang berkualitas.

Aktivitas fisik yang rutin diketahui mampu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga membantu menjaga fungsi kognitif dan daya ingat. Kondisi ini penting untuk menekan risiko gangguan mental seperti depresi, kecemasan, maupun demensia.

Lansia yang aktif bergerak dan memiliki lingkungan sosial yang baik umumnya lebih bahagia, memiliki tingkat stres yang lebih rendah, serta mampu mempertahankan semangat hidup yang tinggi dibandingkan mereka yang cenderung menjalani gaya hidup pasif.

Karena itu, menjaga hubungan sosial melalui organisasi, komunitas, maupun kegiatan kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan mental lansia.

PWRI Tempursari Jadi Wadah Lansia Tetap Berkarya

Keberadaan PWRI selama ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pensiunan dan purnawirawan, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pemberdayaan agar para lansia tetap aktif dan produktif.

Melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan kemasyarakatan, anggota PWRI didorong untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Pengalaman panjang yang mereka miliki dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus pembelajaran bagi generasi muda.

Banyak anggota PWRI yang masih aktif memberikan penyuluhan, pendampingan masyarakat, hingga berbagi pengalaman dalam berbagai forum sosial. Hal ini membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkontribusi.

Konsep lansia produktif yang diusung PWRI menjadi contoh nyata bahwa masa pensiun dapat dijalani dengan penuh makna dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga : Shigeaki Hinohara: Dokter Jepang yang Masih Bekerja di Usia 103 Tahun, Ini Rahasia Sehatnya?

Monitoring dan Evaluasi Penting untuk Kemajuan Organisasi

Dalam kegiatan tersebut, Endang Istijowati juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang sehat dan profesional.

Menurutnya, evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan sarana untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat nyata bagi anggota organisasi.

“Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas organisasi agar semakin bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.”

Budaya evaluasi yang baik juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan anggotanya.

Peran Strategis Lansia dalam Pembangunan Masyarakat

Di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, keberadaan lansia sehat dan produktif menjadi aset penting bagi pembangunan nasional. Mereka memiliki pengalaman, wawasan, dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kontribusi lansia tidak selalu berbentuk pekerjaan formal. Mereka dapat berperan melalui kegiatan sosial, pendidikan keluarga, pembinaan masyarakat, hingga menjadi sumber motivasi bagi lingkungan sekitar.

Karena itu, dukungan pemerintah, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang ramah lansia serta mendukung mereka tetap aktif dan mandiri.

Menikmati Masa Tua dengan Sehat, Bahagia, dan Bermakna

Pelantikan Pengurus PWRI Kecamatan Tempursari masa bakti 2025–2030 menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan kehidupan lansia yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.

Dengan menerapkan pola hidup aktif, menjaga kesehatan fisik dan mental, memperkuat hubungan sosial, serta terus berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, para lansia dapat menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Semangat yang diusung PWRI Tempursari membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Selama kesehatan tetap dijaga dan semangat berkarya terus dipelihara, para lansia dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus motor penggerak positif di tengah masyarakat.

Sumber : rri.co.id

BergasMedia
Pasang Iklan • Advertorial • Media Partner • Promosi Bisnis • Hubungi WA 0815-2874-4279
Hubungi Kami