Profil Bilal Hasan, Petarung Berdarah Indonesia
Bergas Media – Nama Bilal Hasan menjadi perhatian setelah petarung berdarah Indonesia tersebut mencatat kemenangan impresif dalam debut UFC. Tampil di kelas flyweight, Bilal menghadapi Nilson Rojas dalam ajang UFC di Shanghai, China, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Debut tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan karier Bilal Hasan di dunia MMA. Datang dengan status petarung yang belum terkalahkan, Bilal berhasil mempertahankan rekor sempurnanya setelah menghentikan Rojas melalui KO pada ronde kedua.
Bilal Hasan merupakan petarung MMA asal Amerika Serikat yang memiliki darah Indonesia. Ia dikenal dengan julukan “The IndoNinja” dan berkompetisi di kelas flyweight.
Bilal lahir pada 16 Juli 2001. Sejak masih kecil, ia sudah mengenal dunia bela diri. Ketertarikannya terhadap olahraga tarung dimulai melalui Taekwondo ketika berusia sekitar lima tahun.
Seiring bertambahnya usia, Bilal mengembangkan kemampuannya dengan mempelajari berbagai disiplin bela diri. Selain Taekwondo, ia mendalami boxing, kickboxing, wrestling, dan Brazilian Jiu-Jitsu.
Kombinasi berbagai disiplin tersebut membuat Bilal berkembang menjadi petarung yang memiliki kemampuan striking sekaligus grappling.
Perjalanan Karier Bilal Hasan di MMA
Perjalanan profesional Bilal Hasan di MMA dimulai pada 2022. Ia kemudian membangun kariernya secara bertahap melalui sejumlah pertandingan sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di organisasi yang lebih besar.
Salah satu periode penting dalam kariernya terjadi ketika Bilal bergabung dengan Cage Fury Fighting Championships (CFFC). Di organisasi tersebut, ia mulai mendapatkan perhatian sebagai salah satu prospek menarik di kelas flyweight.
Bilal terus mengumpulkan kemenangan dan menunjukkan perkembangan dari pertandingan ke pertandingan. Kemampuannya menyelesaikan pertarungan sebelum bel akhir menjadi salah satu kekuatan yang membuat namanya semakin diperhitungkan.
Bilal Hasan Merebut Gelar Juara CFFC
Kerja keras Bilal akhirnya membuahkan hasil ketika ia mendapatkan kesempatan bertarung untuk gelar juara kelas flyweight CFFC.
Dalam pertarungan melawan Jose Leon pada September 2024, Bilal berhasil memenangkan pertandingan dan merebut sabuk juara. Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam fase awal karier profesionalnya.
Menjadi juara bukan akhir perjalanan. Bilal kemudian mendapatkan kesempatan untuk mempertahankan gelar CFFC menghadapi sejumlah penantang.
Performa konsisten tersebut semakin meningkatkan reputasinya sebagai petarung muda yang memiliki potensi untuk naik ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Jalan Bilal Hasan Menuju UFC
Kesempatan tampil di UFC akhirnya datang melalui Dana White’s Contender Series. Ajang tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi petarung MMA untuk mendapatkan kontrak dengan UFC.
Bilal tampil pada 11 Agustus 2026 dan menghadapi Mridul Saikia. Pertandingan tersebut berlangsung sangat singkat.
Bilal mampu menghentikan lawannya hanya dalam waktu sekitar 45 detik. Penampilan cepat dan meyakinkan itu membuat Bilal mendapatkan tiket menuju UFC.
Bagi Bilal, kemenangan tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak usia muda. Setelah bertahun-tahun berlatih dan bertanding, ia akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di panggung terbesar MMA dunia.
Debut UFC Bilal Hasan di Shanghai
Kurang dari tiga pekan setelah mendapatkan kontrak UFC, Bilal Hasan langsung menjalani debutnya. Ia dijadwalkan menghadapi Nilson Rojas dalam pertarungan kelas flyweight di Shanghai, China.
Menariknya, duel tersebut mempertemukan dua petarung yang sama-sama belum pernah kalah. Bilal datang dengan rekor sempurna, sementara Rojas juga memiliki catatan 9 kemenangan tanpa kekalahan.
Kondisi tersebut membuat pertandingan semakin menarik. Debut UFC Bilal bukan sekadar pertarungan perdana, tetapi juga menjadi ujian besar menghadapi lawan yang memiliki rekor profesional sempurna.
Kemenangan KO Bilal Hasan pada Debut UFC
Bilal tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kualitasnya di Octagon. Ia tampil agresif tetapi tetap terukur sejak awal pertandingan.
Rojas berusaha memberikan perlawanan, namun Bilal mampu memanfaatkan kecepatan dan akurasi serangannya. Setelah melewati ronde pertama, Bilal semakin menemukan ritme pertarungan.
Pada ronde kedua, kesempatan yang ditunggu akhirnya datang. Bilal Hasan melancarkan pukulan keras yang menjatuhkan Nilson Rojas. Wasit kemudian menghentikan pertandingan.
Bilal dinyatakan sebagai pemenang melalui KO pada ronde kedua. Kemenangan tersebut menjadi awal yang sangat mengesankan dalam kariernya di UFC.
Rekor Bilal Hasan Menjadi 10-0
Kemenangan atas Nilson Rojas membuat rekor profesional Bilal Hasan menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan konsistensinya sejak memasuki dunia MMA profesional.
Yang menarik, sebagian besar kemenangan Bilal diraih melalui penyelesaian. Hal itu memperlihatkan bahwa ia bukan tipe petarung yang hanya mengandalkan keputusan juri.
Finishing ability menjadi salah satu senjata utama Bilal. Ia memiliki kemampuan untuk mengakhiri pertandingan melalui serangan maupun teknik submission.
Latihan Bersama Demetrious Johnson
Salah satu pengalaman berharga dalam perkembangan Bilal adalah kesempatan untuk berlatih bersama Demetrious “Mighty Mouse” Johnson, salah satu nama besar dalam sejarah kelas flyweight.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi Bilal untuk belajar dari petarung yang memiliki pengalaman panjang di level tertinggi MMA.
Berlatih dengan lawan tanding berkualitas membantu Bilal mengembangkan aspek teknik, kecepatan, strategi, dan kemampuan membaca pertandingan.
Bilal Hasan dan Kebanggaan Membawa Nama Indonesia
Kehadiran Bilal Hasan di UFC menjadi kabar menarik bagi penggemar olahraga tarung di Indonesia. Meskipun berkarier di Amerika Serikat, darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya membuat perjalanan Bilal mendapat perhatian dari penggemar MMA Tanah Air.
Debutnya yang berakhir dengan kemenangan KO juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan namanya kepada publik yang lebih luas.
Dengan usia yang masih relatif muda, pengalaman sebagai juara CFFC, kemampuan striking yang kuat serta rekor sempurna, Bilal memiliki modal untuk melanjutkan perjalanan panjangnya di UFC.
Apa Selanjutnya untuk Bilal Hasan di UFC?
Kemenangan dalam debut tentu menjadi awal, bukan akhir. Setelah berhasil melewati ujian pertamanya, Bilal kini menghadapi tantangan baru untuk membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing secara konsisten di divisi flyweight UFC.
Persaingan di kelas tersebut sangat ketat. Setiap kemenangan akan membuka peluang bagi Bilal untuk menghadapi lawan dengan peringkat yang semakin tinggi.
Perjalanan dari latihan Taekwondo sejak kecil, menjadi petarung profesional, merebut sabuk CFFC, memenangkan Dana White’s Contender Series, hingga mencatat KO dalam debut UFC menunjukkan bahwa karier Bilal Hasan berkembang dengan cepat.
Bilal Hasan kini menjadi salah satu nama yang layak diperhatikan di kelas flyweight UFC. Debutnya yang berakhir dengan kemenangan KO memberikan awal sempurna bagi petualangannya di Octagon.
Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus meningkatkan kemampuannya, bukan tidak mungkin “The IndoNinja” akan semakin sering menjadi sorotan dalam persaingan kelas flyweight UFC
Dengan rekor 10-0, pengalaman sebagai juara CFFC dan usia yang masih muda, perjalanan Bilal Hasan di UFC patut untuk terus diikuti. Kemenangan debut di Shanghai menjadi babak baru dalam upayanya menembus jajaran elite kelas flyweight.

















