Bergasmedia – ICARES 2026 atau IEEE International Conference on Aerospace Electronics and Remote Sensing Technology 2026 akan kembali menjadi ajang bergengsi bagi para peneliti, akademisi, profesional industri, dan praktisi teknologi dari seluruh dunia. Konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 4–5 November 2026 di Yogyakarta, Indonesia dengan format hibrida, yang memungkinkan peserta mengikuti acara secara langsung maupun virtual.
Mengusung tema “Enhancing Space Awareness and Remote Sensing for a Connected, Resilient, and Intelligent Future” atau “Meningkatkan Kesadaran Ruang Angkasa dan Penginderaan Jauh untuk Masa Depan yang Terhubung, Tangguh, dan Cerdas”, ICARES 2026 menjadi wadah penting untuk berbagi inovasi terbaru dalam bidang elektronika dirgantara, geosains, penginderaan jauh, ilmu data, dan kecerdasan buatan.
ICARES 2026: Platform Internasional untuk Penelitian dan Inovasi Teknologi
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014, ICARES telah berkembang menjadi salah satu konferensi internasional terkemuka di bidang aerospace electronics dan remote sensing technology. Konferensi ini secara konsisten menghadirkan penelitian berkualitas tinggi yang dipublikasikan melalui IEEE Xplore® dan terindeks oleh Scopus, sehingga memberikan visibilitas dan dampak ilmiah yang luas bagi para penulis.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk:
- Mempresentasikan hasil penelitian terbaru.
- Berinteraksi dengan pakar dan peneliti internasional.
- Mengikuti sesi keynote yang inspiratif.
- Memperluas jaringan profesional dan kolaborasi riset.
- Menjelajahi perkembangan terkini dalam teknologi dirgantara dan penginderaan jauh.
Tiga Jalur Utama ICARES 2026
ICARES 2026 akan terdiri dari tiga jalur utama yang mencakup berbagai disiplin ilmu dan teknologi mutakhir:
1. Aerospace Systems & Electronics (AES)
Jalur ini berfokus pada pengembangan sistem dan teknologi elektronika dirgantara, termasuk:
- Teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle).
- Mikrosatelit dan nanosatelit.
- Sistem navigasi dan avionik.
- Komunikasi udara, maritim, dan terestrial.
- Desain kontrol stokastik untuk kendaraan dirgantara.
2. Geoscience & Remote Sensing (GRS)
Topik yang dibahas mencakup berbagai teknologi penginderaan jauh modern, seperti:
- Penginderaan jauh gelombang mikro.
- Teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR).
- Pemrosesan citra satelit.
- Analisis lingkungan dan perubahan iklim.
- Pemanfaatan data geospasial untuk pembangunan berkelanjutan.
3. Data Science & Artificial Intelligence for Aerospace and Geoscience
Jalur ini menghubungkan teknologi kecerdasan buatan dengan bidang dirgantara dan geosains melalui berbagai topik seperti:
- Machine Learning dan Deep Learning.
- Analisis Big Data SAR.
- Kecerdasan buatan untuk sistem dirgantara.
- Data analytics untuk penginderaan jauh.
- Otomasi dan pengambilan keputusan berbasis AI.
Peluang Kolaborasi Antar Komunitas Teknologi
Salah satu keunggulan utama ICARES 2026 adalah kesempatan untuk mempertemukan tiga komunitas teknologi besar, yaitu:
- AES (Aerospace and Electronic Systems Society)
- GRS (Geoscience and Remote Sensing Society)
- Computer Society yang berfokus pada ilmu data dan kecerdasan buatan
Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi baru yang dapat mendukung pengembangan teknologi masa depan yang lebih cerdas, tangguh, dan terhubung.
Tanggal Penting ICARES 2026
Bagi peneliti dan akademisi yang ingin berpartisipasi dalam ICARES 2026, berikut jadwal penting yang perlu diperhatikan:
| Agenda | Tanggal |
| Perpanjangan Pengajuan Makalah Lengkap | 1 Juli 2026 |
| Pemberitahuan Penerimaan | 26 Agustus 2026 |
| Batas Akhir Pengumpulan Makalah dan Video | 21 September 2026 |
| Batas Akhir Pendaftaran | 19 Oktober 2026 |
| Tanggal Konferensi | 4–5 November 2026 |
Mengapa Harus Mengikuti ICARES 2026?
ICARES 2026 di Yogyakarta menjadi kesempatan berharga bagi para peneliti dan profesional untuk memperluas wawasan, memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas internasional, serta membangun kolaborasi strategis di bidang dirgantara, geosains, dan kecerdasan buatan.
Dengan dukungan IEEE serta publikasi yang terindeks secara internasional, konferensi ini menawarkan nilai akademik dan profesional yang tinggi bagi seluruh peserta. Format hibrida yang diterapkan juga memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari berbagai negara.

















