BERGAS MEDIA, LUMAJANG – Kepulangan atlet kebanggaan Kabupaten Lumajang yang berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, disambut meriah oleh masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jumat (9/10/2026). Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) menyambut langsung para atlet dan insan olahraga yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Penyambutan berlangsung melalui kirab dari Museum Daerah di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) menuju Pendopo Arya Wiraraja. Sepanjang rute, warga dan para pelajar memadati tepi jalan untuk memberikan sambutan, tepuk tangan, serta dukungan kepada para atlet yang kembali membawa prestasi dari Jepang.
Momentum tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan putra daerah yang mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia. Perhatian masyarakat terutama tertuju kepada atlet sepak takraw dan balap sepeda yang berhasil menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia.
Melansir pemberitaan resmi Pemerintah Kabupaten Lumajang, empat insan olahraga yang menjadi bagian dari kebanggaan daerah tersebut adalah Saiful Rijal, Feri Yudoyono, Zaenal Fanani, dan Fathur Rahman. Tiga nama pertama merupakan atlet, sedangkan Fathur Rahman berkontribusi sebagai pelatih gulat.
Daftar Atlet Lumajang di Asian Games 2026 dan Perolehan Medali
Kabupaten Lumajang mengirimkan atlet yang berlaga di cabang olahraga sepak takraw dan balap sepeda gunung. Dari partisipasi tersebut, dua atlet berhasil menyumbangkan tiga medali untuk Indonesia.
Berikut daftar atlet dan insan olahraga asal Lumajang yang mendapat sambutan pada 9 Oktober 2026.
1. Saiful Rijal – Cabang Olahraga Sepak Takraw
Saiful Rijal menjadi salah satu atlet Lumajang yang menorehkan prestasi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia menyumbangkan dua medali untuk Indonesia, yakni:
- Medali perak pada nomor kuadran putra.
- Medali perunggu pada nomor beregu putra.
Capaian tersebut memperlihatkan kontribusi penting Saiful dalam persaingan sepak takraw tingkat Asia. Prestasinya juga menambah catatan keberhasilan atlet Lumajang di cabang olahraga yang telah menjadi salah satu andalan Indonesia.
2. Feri Yudoyono – Balap Sepeda Gunung (Mountain Bike)
Feri Yudoyono meraih medali perunggu pada nomor Men’s Cross Country atau balap sepeda gunung putra.
Perjuangannya menjadi salah satu kisah yang menarik perhatian. Feri sempat terjatuh ketika perlombaan memasuki kurang dari setengah putaran terakhir, saat persaingan memperebutkan posisi terdepan berlangsung ketat.
Alih-alih menyerah, ia kembali melanjutkan balapan dan berusaha mengejar para pesaingnya hingga mencapai garis finis. Meski kehilangan kesempatan bersaing memperebutkan medali emas dan perak, Feri berhasil mengamankan posisi ketiga.
“Perjuangannya memang susah, tapi dalam arti tidak ada kata menyerah. Saya berjuang sampai finis dan alhamdulillah dapat medali perunggu,” kata Feri, Jumat (9/10/2026).
Feri berharap pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya.
3. Zaenal Fanani – Balap Sepeda Gunung (Mountain Bike)
Zaenal Fanani juga menjadi bagian dari atlet balap sepeda asal Lumajang yang tampil di Asian Games 2026.
Ia berlaga pada nomor balap sepeda gunung dan berhasil menempati peringkat keenam pada nomor Men’s Cross Country. Meski belum membawa pulang medali dari nomor tersebut, keikutsertaannya menunjukkan kontribusi atlet Lumajang dalam persaingan olahraga tingkat Asia.
Sebelum Asian Games berlangsung, Zaenal Fanani bersama Feri Yudoyono dan Ihza Muhammad telah mendapat pemanggilan untuk mengikuti pemusatan latihan nasional cabang balap sepeda gunung.
4. Fathur Rahman – Pelatih Gulat
Selain atlet, Fathur Rahman turut menjadi bagian dari insan olahraga Lumajang yang mendapat perhatian dalam penyambutan tersebut. Ia berperan sebagai pelatih gulat dan menjadi representasi kontribusi tenaga kepelatihan dalam perjalanan olahraga Indonesia.
Kehadiran pelatih dalam momentum penghargaan ini mengingatkan bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga latihan, pendampingan, strategi, dan kerja bersama.
Rekapitulasi Medali Atlet Lumajang di Asian Games 2026
Berdasarkan hasil yang dilaporkan dalam pemberitaan penyambutan atlet, berikut rekapitulasi medali yang disumbangkan atlet Lumajang.
| Nama atlet | Cabang olahraga | Nomor pertandingan | Prestasi |
|---|---|---|---|
| Saiful Rijal | Sepak takraw | Kuadran putra | Perak |
| Saiful Rijal | Sepak takraw | Beregu putra | Perunggu |
| Feri Yudoyono | Balap sepeda gunung | Men’s Cross Country | Perunggu |
| Zaenal Fanani | Balap sepeda gunung | Men’s Cross Country | Peringkat 6 |
Total medali yang berhasil disumbangkan oleh atlet Lumajang dalam daftar tersebut adalah tiga medali, terdiri atas satu medali perak dan dua medali perunggu.
Perolehan tersebut berasal dari dua atlet, yakni Saiful Rijal dan Feri Yudoyono. Sementara itu, Zaenal Fanani juga berpartisipasi dalam kompetisi, sedangkan Fathur Rahman berkontribusi sebagai pelatih.
Bupati Lumajang Berikan Bonus Uang Tunai kepada Atlet Peraih Medali
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi di tingkat internasional, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan penghargaan berupa bonus uang tunai bagi atlet peraih medali Asian Games 2026.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan atlet daerah yang mampu membawa nama Lumajang dan Indonesia ke panggung Asia.
Bunda Indah menjelaskan bahwa bonus untuk kategori perorangan diberikan berdasarkan jenis medali yang diraih atlet, dengan rincian:
- Medali emas: Rp50 juta
- Medali perak: Rp40 juta
- Medali perunggu: Rp30 juta
Skema tersebut menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap kerja keras dan dedikasi atlet yang berhasil mencapai prestasi di ajang internasional.
Dengan perolehan medali perak dan perunggu, Saiful Rijal telah mencatatkan dua prestasi berbeda dalam cabang sepak takraw. Sementara itu, Feri Yudoyono membawa pulang medali perunggu dari balap sepeda gunung.
Besaran total bonus yang diterima masing-masing atlet perlu dibedakan dari skema penghargaan per kategori medali. Rincian di atas merupakan besaran bonus yang disampaikan Bupati Lumajang untuk kategori perorangan.
Bunda Indah Bangga Atlet Lumajang Mengharumkan Nama Indonesia
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi perjuangan para atlet dan pelatih yang telah menjalani proses panjang sebelum tampil dalam kompetisi internasional.
Menurutnya, keberhasilan atlet daerah bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat Lumajang. Prestasi tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk lebih berani mengembangkan potensi dan menekuni bidang olahraga.
“Setiap atlet memiliki perjuangan dan proses yang tidak mudah. Kami bangga atas dedikasi mereka yang telah membawa nama Lumajang dan Indonesia ke ajang internasional. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda untuk terus berlatih dan berani meraih prestasi,” ujar Bunda Indah.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma turut memberikan apresiasi terhadap kerja keras atlet dan pelatih. Ia menilai bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga kedisiplinan, konsistensi, dan proses latihan yang dijalani.
Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pembinaan olahraga serta membuka kesempatan bagi atlet muda Lumajang untuk mengikuti kompetisi yang lebih luas.
Siswa dan Masyarakat Sambut Meriah Kepulangan Atlet Lumajang
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang perjalanan rombongan dari Museum Daerah di Kawasan Wonorejo Terpadu menuju Pendopo Arya Wiraraja.
Warga berdiri di tepi jalan untuk menyambut para atlet. Para siswa dari berbagai sekolah juga berjejer dengan tertib, memberikan tepuk tangan dan sorakan sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi putra daerah.
Kirab tersebut bukan sekadar seremoni kepulangan atlet. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan prestasi olahraga kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah mencari inspirasi untuk mengembangkan bakat mereka.
Kisah Feri Yudoyono yang tetap berjuang setelah terjatuh menjadi contoh bahwa keberhasilan tidak selalu hadir melalui pertandingan yang berjalan sempurna. Ketekunan, keberanian untuk bangkit, dan kemauan menyelesaikan perjuangan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang atlet.
Sementara itu, pencapaian Saiful Rijal yang meraih dua medali memperlihatkan pentingnya konsistensi dan pengalaman dalam menghadapi persaingan internasional.
Pembinaan Atlet Muda Menjadi Tantangan Berikutnya
Prestasi atlet Lumajang di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 diharapkan tidak berhenti pada perayaan dan pemberian penghargaan. Pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, sekolah, serta masyarakat memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan pembinaan atlet.
Penguatan fasilitas latihan, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi berjenjang, dan penjaringan talenta sejak usia sekolah menjadi beberapa aspek yang dapat mendukung lahirnya atlet berprestasi.
Bagi pelajar Lumajang, keberhasilan Saiful Rijal dan Feri Yudoyono dapat menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional terbuka bagi mereka yang bersedia berlatih secara konsisten.
Kepulangan para atlet dan pelatih pada Jumat (9/10/2026) menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut. Dengan dukungan yang berkelanjutan, Lumajang diharapkan terus melahirkan talenta olahraga yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia.
Prestasi atlet Lumajang di Asian Games 2026 bukan hanya tentang tiga medali yang dibawa pulang, melainkan juga tentang perjuangan, ketekunan, dan harapan bagi lahirnya generasi atlet berikutnya.

















