Penantian Panjang Timnas Indonesia Untuk Menjadi Juara ASEAN - Bergas Media , Indonesia Juara Fifa Asean cup 2026
BeritaOlahraga

Penantian Panjang Timnas Indonesia Untuk Menjadi Juara ASEAN

101
×

Penantian Panjang Timnas Indonesia Untuk Menjadi Juara ASEAN

Share this article

BERGAS MEDIA, JAKARTA – Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati perjalanan panjang dan penuh drama hingga partai final. Skuad Garuda berhasil menaklukkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2, setelah pertandingan berakhir 2-2 hingga babak tambahan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Gelar tersebut menjadi sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup, sekaligus mengakhiri penantian panjang lebih dari tiga dekade untuk meraih trofi utama sepak bola senior di kawasan Asia Tenggara.

Melansir FIFA, Indonesia menjadi juara edisi perdana setelah melewati final yang berlangsung hingga 120 menit dan kemudian ditentukan melalui drama adu penalti.

Perjalanan Timnas Indonesia Menuju Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai dari Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.

Pada pertandingan pembuka, Indonesia tampil meyakinkan ketika menghadapi Singapura di SUGBK. Dua gol yang dicetak Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny membawa Garuda menang 2-0.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengawali persaingan menuju final.

Laga kedua menghadirkan pertandingan yang jauh lebih berat. Indonesia bertemu Malaysia dalam duel yang berlangsung ketat.

Bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah, Indonesia mampu bertahan dan memaksa Malaysia bermain imbang 0-0.

Hasil tersebut membuat persaingan Grup A semakin sengit karena Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan poin penting menjelang pertandingan terakhir.

Indonesia vs Bangladesh Jadi Penentu

Laga terakhir Grup A berubah menjadi pertandingan hidup mati.

Indonesia wajib meraih kemenangan besar untuk memastikan posisi teratas, sementara Malaysia juga membutuhkan kemenangan dengan selisih gol tinggi ketika menghadapi Singapura.

Skuad Garuda akhirnya tampil luar biasa dan menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2.

Mitchell Baker menjadi bintang utama dengan mencetak lima gol. Empat gol Indonesia lainnya dicetak oleh Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu laga paling dramatis dalam perjalanan Timnas Indonesia menuju juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Malaysia pada saat bersamaan menang besar 6-0 atas Singapura. Namun, Indonesia berhasil mengungguli Malaysia dalam produktivitas gol sehingga berhak menjadi juara Grup A.

FIFA mencatat kedua tim sama-sama mengakhiri fase grup dengan 7 poin dan selisih gol +9, tetapi Indonesia mencetak gol lebih banyak sehingga mendapatkan tiket ke final.

Klasemen Akhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

PosisiTimMainMenangSeriKalahPoin
1Indonesia32107
2Malaysia32107
3Singapura31023
4Bangladesh30030

Indonesia dan Malaysia sebenarnya memiliki jumlah poin serta selisih gol yang sama. Namun, produktivitas gol Indonesia menjadi pembeda setelah Garuda mencetak sembilan gol ke gawang Bangladesh.

Final FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia vs Thailand

Di partai puncak, Indonesia berhadapan dengan Thailand yang keluar sebagai juara Grup B.

Pertandingan di SUGBK berlangsung ketat sejak awal. Indonesia lebih agresif dalam penguasaan bola, sedangkan Thailand berusaha memanfaatkan serangan balik.

Drama baru terjadi menjelang akhir babak kedua.

Indonesia membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-84. Tendangan bebasnya berubah arah setelah mengenai pemain Thailand dan masuk ke gawang.

Thailand kemudian membalas hanya tiga menit berselang melalui Iklas Sanron pada menit ke-87.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Elkan Baggott Jadi Penyelamat

Drama semakin panas pada extra time.

Thailand yang bermain dengan 10 pemain justru mampu berbalik unggul. Peeradol Chamrasamee mencetak gol pada menit ke-111 dan membuat Indonesia berada di ambang kekalahan.

Namun, mental Garuda kembali berbicara.

Lima menit kemudian, Elkan Baggott mencetak gol pada menit ke-116 dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Gol tersebut memaksa final ditentukan melalui adu penalti.

Emil Audero Jadi Pahlawan Adu Penalti

Dalam drama tos-tosan, Indonesia tampil lebih tenang.

Empat eksekutor Garuda berhasil menjalankan tugasnya, sementara Thailand kehilangan kesempatan setelah Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti ketiga.

Kiper Indonesia, Emil Audero, kemudian menjadi penentu setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti dan resmi mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Formasi Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih John Herdman menggunakan skema yang fleksibel pada pertandingan final.

Susunan awal Indonesia menggunakan pola 3-4-2-1, dengan Emil Audero di bawah mistar.

Komposisinya adalah:

Emil Audero; Elkan Baggott, Justin Hubner, Calvin Verdonk; Joey Pelupessy, Thom Haye, Kevin Diks, Ragnar Oratmangoen; Ole Romeny, Mitchell Baker; Luke Vickery.

Sejumlah laporan pertandingan juga menggambarkan perubahan posisi pemain sepanjang laga karena Herdman harus menyesuaikan permainan dengan situasi pertandingan. ANTARA mencatat Indonesia menggunakan struktur 3-4-2-1 pada final.

Komposisi tersebut memperlihatkan pendekatan Herdman yang mengutamakan kekuatan tiga bek, mobilitas pemain sayap, serta kreativitas di belakang penyerang.

Mitchell Baker Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026

Kesuksesan Indonesia semakin lengkap karena pemain Garuda, Mitchell Baker, menjadi top skor FIFA ASEAN Cup 2026.

Baker mengoleksi lima gol, seluruhnya dicetak saat Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2.

Penyerang muda tersebut bahkan mencetak lima gol dalam satu pertandingan, sebuah catatan yang membuatnya menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam turnamen perdana FIFA ASEAN Cup.

Daftar Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026

  • Mitchell Baker – Indonesia: 5 gol
  • Bergson – Malaysia: 4 gol
  • Bjorn Martin Kristensen – Filipina: 3 gol
  • Iklas Sanron – Thailand: 2 gol
  • Teerasak Poeiphimai – Thailand: 2 gol
  • Arif Aiman – Malaysia: 2 gol
  • Nguyen Dinh Bac – Vietnam: 2 gol

Indonesia juga mencatat Ole Romeny sebagai salah satu pemain dengan kontribusi assist terbaik, dengan empat assist sepanjang turnamen.

Sejarah Baru Setelah Penantian Lebih dari 30 Tahun

Gelar Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti lebih besar karena Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara kuat di Asia Tenggara yang belum pernah menjadi juara turnamen utama kawasan.

Sejak turnamen regional pertama digelar pada 1996, Indonesia berkali-kali mendekati gelar tetapi selalu gagal mengangkat trofi.

Indonesia enam kali menjadi runner-up, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Kini, penantian tersebut berakhir.

Menariknya, gelar FIFA ASEAN Cup 2026 hadir tepat setelah Indonesia melewati perjalanan panjang selama sekitar 30 tahun sejak era 1996. Karena itu, keberhasilan di SUGBK menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia.

ANTARA menyebut kemenangan tersebut sebagai gelar internasional senior pertama Indonesia di luar prestasi emas SEA Games, sementara FIFA menempatkannya sebagai babak baru dalam sejarah sepak bola Garuda.

Indonesia Jadi Juara Perdana FIFA ASEAN Cup

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara serta sejumlah tim undangan.

FIFA sebelumnya menjelaskan bahwa edisi perdana ini diikuti 14 tim dan digelar dalam kalender internasional September-Oktober 2026. Indonesia dan Hong Kong menjadi tuan rumah penyelenggaraan, dengan kompetisi FIFA ASEAN Cup berlangsung di Indonesia.

Karena itu, keberhasilan Indonesia memiliki nilai historis ganda: Garuda bukan hanya memenangkan trofi, tetapi juga menjadi juara pertama sepanjang sejarah FIFA ASEAN Cup.

Final Dramatis yang Viral di Indonesia dan Internasional

Drama final Indonesia melawan Thailand langsung menjadi perhatian luas.

Sorotan tidak hanya datang dari media Indonesia, tetapi juga media internasional. Jakarta Globe menilai kemenangan Indonesia sebagai sejarah karena Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2.

Sementara FIFA menyoroti bagaimana Indonesia akhirnya memutus rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan atas Thailand dalam rentang satu dekade.

Di Indonesia, euforia kemenangan juga terasa di berbagai daerah. Nobar final digelar di sejumlah wilayah, sementara perayaan kemenangan menyebar di media sosial setelah Emil Audero menggagalkan penalti Thailand.

Perjuangan Berujung Trofi

Jika perjalanan Indonesia dirangkum, perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung dengan penuh warna.

Dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, dilanjutkan hasil imbang 0-0 melawan Malaysia, kemudian pesta gol 9-2 atas Bangladesh, sebelum akhirnya Indonesia menutup perjalanan dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti.

Dua kemenangan, satu hasil imbang, tujuh poin di fase grup, 11 gol dalam tiga pertandingan grup, kemudian kemenangan dramatis di final menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkan Merah Putih menjadi juara.

Pada akhirnya, bukan hanya trofi yang dibawa pulang. Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 juga berhasil menghapus label sebagai spesialis runner-up dan menulis sejarah baru sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup.

Trofi tersebut kini menjadi simbol bahwa penantian panjang sepak bola Indonesia akhirnya menemukan ujungnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno.