Bank Negara Indonesia Akan Melunasi Jatuh Tempo Obligasi - Bergas Media
IndonesiaKeuangan

Bank Negara Indonesia Akan Melunasi Jatuh Tempo Obligasi

66
×

Bank Negara Indonesia Akan Melunasi Jatuh Tempo Obligasi

Share this article

bergasmedia.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan melunasi Subordinated Notes Tier 2 tahun 2021 senilai US$500.000.000 yang akan jatuh tempo pada 30 Maret 2026.

Surat Utang Subordinasi adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh lembaga keuangan atau perusahaan, di mana dalam hal kebangkrutan atau likuidasi, pemegang surat utang ini memiliki prioritas klaim yang lebih rendah dibandingkan dengan kreditur senior atau deposan.

Sekretaris Perusahaan BBNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa obligasi tersebut diterbitkan pada tanggal 30 Maret 2021 dengan suku bunga tahunan 3,75%, jangka waktu lima tahun, tunduk pada Peraturan S (Reg S) berdasarkan Undang-Undang Sekuritas AS, dan terdaftar di Bursa Efek Singapura (SGX).

“Sehubungan dengan jatuh tempo Obligasi yang akan datang, Perusahaan telah menyediakan dana yang diperlukan untuk membayar kembali jumlah pokok sebesar US$500.000.000, yang telah ditempatkan dalam Aset Likuid,” kata Okki dalam pengungkapan informasi pada hari Senin (16/3).

Pembayaran kembali dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 27 Maret 2026, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menurut Okki, pembayaran kembali surat utang ini tidak akan berdampak material pada operasional atau kondisi keuangan perusahaan.

Baca Juga : Saham BBRI, BMRI, BBTN Bersinar! Dividen 2025 Diprediksi Naik Tajam

Di sisi lain, BBNI menargetkan pertumbuhan pinjaman sebesar 8–10% pada tahun 2026, meskipun realisasi pinjaman pada tahun 2025 melebihi ekspektasi.

Sepanjang tahun anggaran 2025, BBNI menyalurkan pinjaman dengan total Rp 889,53 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 15,9% secara tahunan dan melampaui target pertumbuhan sebesar 8–10% dari Rp 775,87 triliun pada tahun 2024.

Dari segi kinerja saham, BBNI mengalami kenaikan tipis sebesar 1,88% sejak awal tahun 2026 menjadi Rp 4.340 per saham. Namun, selama sebulan terakhir harga saham mengalami koreksi sebesar 3,34%, dan naik 2,36% pada sesi perdagangan kedua hari ini, Senin (16/3), pukul 15:12 WIB. (DK/KR/LM).

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *