Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Kolom Abu Membubung 1.000 Meter - Bergas Media
BeritaIndonesia

Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Kolom Abu Membubung 1.000 Meter

33
×

Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Kolom Abu Membubung 1.000 Meter

Share this article

bergasmedia.com , LUMAJANG – Aktivitas vulkanik di atap Pulau Jawa kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami rangkaian erupsi beruntun pada hari ini, Jumat 20 Maret 2026. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung berapi tersebut setidaknya telah memuntahkan material vulkanik sebanyak dua kali dengan intensitas besar sejak pagi tadi.

Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi bagi masyarakat di lereng gunung. Pasalnya, dalam kurun waktu satu pekan terakhir saja, Gunung Semeru tercatat sudah mengalami erupsi sebanyak 42 kali. Intensitas yang tinggi ini menunjukkan bahwa dapur magma masih sangat aktif dan tekanan gas di dalam kawah Jonggring Saloko tetap tinggi.

Kronologi Letusan Beruntun Jumat Pagi
Erupsi pertama yang tercatat hari ini terjadi pada pukul 05.26 WIB. Berdasarkan aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu teramati mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu tersebut dilaporkan berwarna kelabu pekat dan bergerak secara konsisten menuju arah timur laut.

Tak berselang lama, tepatnya pada pukul 06.40 WIB, Gunung Semeru kembali menunjukkan kekuatannya. Letusan kedua ini menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl) dengan warna putih hingga kelabu.

Baca Juga : Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H Warga Muhammadiyah Tempursari Lumajang Tersebar di 5 Lokasi Berjalan Khidmat

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukijo, menjelaskan bahwa aktivitas ini terekam jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm.

“Erupsi yang terjadi pada pukul 06.40 WIB memiliki durasi sekitar 129 detik. Hingga siang ini, laporan lapangan menunjukkan bahwa erupsi masih berlangsung secara fluktuatif,” ujar Mukijo dalam keterangan tertulisnya.

Data Kegempaan dan Aktivitas Vulkanik Terkini
Berdasarkan pengamatan mendalam yang dilakukan oleh PVMBG pada periode pantauan hari ini, terdapat aktivitas kegempaan yang cukup intens. Data dari MAGMA Indonesia menunjukkan potret aktivitas bawah permukaan yang sangat dinamis:

Gempa Letusan: Terjadi sebanyak 15 kali gempa letusan/erupsi dengan durasi berkisar antara 87 hingga 149 detik.

Gempa Guguran: Tercatat sebanyak 4 kali kejadian dengan amplitudo 5-7 mm. Ini mengindikasikan adanya ketidakstabilan pada kubah lava atau material di bibir kawah.

Gempa Hembusan: Terjadi 2 kali, menunjukkan adanya pelepasan gas dari pipa magma ke permukaan.

Secara teknis, Semeru Erupsi dengan pola seperti ini menandakan suplai magma masih terus berlangsung. Oleh karena itu, otoritas terkait tetap mempertahankan status Level III (Siaga) untuk gunung dengan ketinggian 3.676 mdpl tersebut.

Zona Merah dan Rekomendasi Keselamatan PVMBG
Mengingat kondisi Gunung Semeru yang belum stabil, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi warga lokal maupun wisatawan. Perkuat hari ini koordinasi antara BPBD Kabupaten Lumajang dan relawan guna memastikan tidak ada warga yang nekat memasuki zona bahaya.

Berikut adalah poin-poin krusial yang harus dipatuhi:

Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 km tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang dapat menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Radius Rawan: Tidak boleh ada aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selain ancaman langsung dari material vulkanik yang dimuntahkan saat Semeru Erupsi, ancaman sekunder berupa lahar dingin menjadi perhatian utama petugas di lapangan. Mengingat tumpukan material sisa erupsi di puncak sangat besar, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah hulu dapat memicu banjir lahar yang meluncur deras ke arah sungai-sungai yang berhulu di lereng Semeru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *