Viral Tanpa Endorse Artis! Strategi “Spam Komentar” Ala Aldi Taher Bikin Aldi’s Burger Diserbu Pembeli hingga Dilirik Pestapora - Bergas Media
BeritaEntertainmentIndonesiaVideo

Viral Tanpa Endorse Artis! Strategi “Spam Komentar” Ala Aldi Taher Bikin Aldi’s Burger Diserbu Pembeli hingga Dilirik Pestapora

32
×

Viral Tanpa Endorse Artis! Strategi “Spam Komentar” Ala Aldi Taher Bikin Aldi’s Burger Diserbu Pembeli hingga Dilirik Pestapora

Share this article

Viral Tanpa Endorse Artis! Strategi “Spam Komentar” Ala Aldi Taher Bikin Aldi’s Burger Diserbu Pembeli hingga Dilirik Pestapora

bergasmedia.com – Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, sebuah gerai burger sederhana di Jakarta justru berhasil viral tanpa promosi mahal atau endorsement artis. Gerai tersebut adalah Aldi’s Burger, milik entertainer sekaligus pengusaha kuliner Aldi Taher. Uniknya, kesuksesan burger ini bukan karena kampanye iklan besar atau promosi dari influencer terkenal, melainkan dari strategi marketing yang terbilang tidak biasa: “spam komentar” di media sosial.

Dengan gaya promosi yang jenaka, absurd, dan penuh permainan kata yang menyebut nama-nama artis, Aldi berhasil menarik perhatian netizen hingga membuat brand burger miliknya viral di berbagai platform seperti Threads dan X. Fenomena ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran kreatif di era digital tidak selalu harus mahal, tetapi cukup berbeda dan mampu menarik perhatian publik.

Daftar Isi

Awal Mula Aldi’s Burger Viral

Aldi’s Burger resmi dibuka pada 23 Januari 2026 di kawasan Cempaka Putih, tepatnya di Jalan Cempaka Putih Nomor 18, Jakarta Pusat. Gerai burger ini sebenarnya terlihat seperti bisnis kuliner pada umumnya. Namun yang membedakan adalah cara Aldi Taher mempromosikan usahanya di media sosial.

Alih-alih menggunakan strategi marketing konvensional seperti iklan digital, endorsement artis, atau promosi influencer, Aldi justru memilih pendekatan yang jauh lebih sederhana dan unik. Ia aktif memenuhi kolom komentar di berbagai postingan media sosial, terutama di Threads dan X, dengan kalimat promosi yang panjang, unik, dan terkadang terasa tidak nyambung.

Salah satu komentar yang paling sering ia tulis berbunyi:

“Aldi’s Burger Cempaka Putih rotinya lembut dagingnya Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian bisa pesen online.”

Kalimat ini terlihat seperti rangkaian kata yang tidak memiliki struktur jelas. Namun justru karena keanehan itulah komentar tersebut menjadi mudah diingat oleh netizen. Banyak orang yang akhirnya menirukan kalimat tersebut, menjadikannya semacam meme internet.

Strategi tersebut secara perlahan membuat nama Aldi’s Burger semakin dikenal. Netizen mulai penasaran dengan burger yang sering disebut di kolom komentar berbagai akun media sosial tersebut.

Menariknya, Aldi tidak hanya menuliskan kalimat promosi biasa. Ia juga sering memasukkan potongan lirik lagu populer ke dalam komentarnya. Salah satunya berasal dari lagu “Alamak” yang dipopulerkan oleh Adrian Khalif dan Rizky Febian.

“Kalau ada sembilan nyawa, mau samamu saja semuanya. Ini dada isinya kamu semua. Alamak inikah jatuh cinta bisa pesan online.”

Kombinasi antara promosi produk, nama artis, dan potongan lirik lagu membuat komentar tersebut terasa unik sekaligus menghibur. Banyak pengguna media sosial yang akhirnya sengaja mencari komentar Aldi karena dianggap lucu dan menghibur.

Dari sinilah viralitas Aldi’s Burger mulai terbentuk.

Strategi Marketing “Spam Komentar” yang Menghebohkan

Dalam dunia pemasaran digital, strategi Aldi Taher bisa disebut sebagai bentuk guerrilla marketing atau pemasaran gerilya. Pendekatan ini biasanya dilakukan dengan cara kreatif, unik, dan sering kali tidak konvensional.

Aldi secara konsisten melakukan promosi di kolom komentar berbagai postingan populer. Ia tidak hanya menuliskan kalimat yang sama berulang-ulang, tetapi juga terus memodifikasinya dengan menyebut nama artis, musisi, hingga tokoh publik.

Beberapa nama selebritas yang sering muncul dalam komentar promosinya antara lain:

  • Mahalini
  • Rizky Febian
  • Sal Priadi
  • Adrian Khalif

Menariknya, penyebutan nama-nama artis tersebut tidak disertai kontrak endorsement atau kerja sama promosi. Namun karena nama mereka disebut berulang kali di media sosial, beberapa artis akhirnya menyadari fenomena tersebut dan ikut merespons.

Rizky Febian misalnya, terlihat menanggapi komentar Aldi dengan antusias. Respons tersebut semakin memperluas jangkauan promosi Aldi’s Burger karena penggemar sang penyanyi ikut melihat percakapan tersebut.

Selain itu, gitaris band .Feast, Adnan, bahkan membuat versi komentar promosi Aldi dengan menambahkan nama-nama lain. Unggahan tersebut kemudian di-repost langsung oleh Aldi.

Momen seperti ini membuat promosi Aldi terasa semakin hidup dan spontan. Tidak ada kesan formal seperti kampanye brand besar yang biasanya terstruktur dan kaku.

Aldi juga sering memberikan nama unik pada menu burgernya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah varian burger bernama Lezza Lahapdian. Nama tersebut merupakan permainan kata dari aktor terkenal Reza Rahadian.

Selain itu, ada juga menu dengan nama Gallagher, yang terinspirasi dari dua personel band Oasis, Liam Gallagher dan Noel Gallagher. Aldi bahkan menggunakan teknologi AI untuk membuat gambar seolah-olah kedua musisi tersebut sedang mempromosikan burger miliknya.

Strategi kreatif seperti ini membuat promosi Aldi terasa lebih dekat dengan budaya internet dan humor netizen.

Dari Viral di Media Sosial hingga Dilirik Pestapora

Popularitas Aldi’s Burger semakin meningkat seiring dengan viralnya strategi promosi tersebut di berbagai platform media sosial.

Menariknya, Aldi juga berani menyebut merek-merek besar dalam konten promosinya. Dalam bio akun Instagram @aldis.burger, ia bahkan menuliskan bahwa gerainya berada di belakang Pizza Hut.

Alih-alih dianggap sebagai bentuk persaingan tidak sehat, langkah tersebut justru memancing interaksi dari brand lain. Akun resmi Pizza Hut bahkan sempat ikut berkomentar dengan gaya bercanda yang mirip dengan promosi Aldi.

Aldi juga beberapa kali menyebut merek burger lain seperti Burger Bangor dan Burger Blenger dalam kontennya. Dalam salah satu video, ia bahkan melakukan promosi di depan gerai burger internasional dan menyebut brand tersebut sebagai “sepupu” dari Aldi’s Burger.

Narasi persaingan yang dibungkus humor ini berhasil menciptakan efek yang dikenal sebagai attention hijacking. Artinya, Aldi berhasil menarik perhatian publik dengan memanfaatkan percakapan yang sudah ramai di media sosial.

Strategi tersebut terbukti efektif. Sejak hari-hari pertama pembukaannya, gerai Aldi’s Burger langsung diserbu pembeli. Antrean panjang sering terlihat di depan gerai, bahkan beberapa kali stok burger habis sebelum jam operasional berakhir.

Dalam satu periode, penjualan Aldi’s Burger dilaporkan mencapai sekitar 600 burger per hari hanya dari satu titik gerai.

Kesuksesan tersebut semakin menarik perhatian berbagai pihak di industri hiburan dan kuliner. Salah satu momen yang cukup mengejutkan adalah ketika promotor festival musik terkenal, Pestapora, tertarik mengajak Aldi untuk membuka stand burger di acara mereka.

Promotor Pestapora, Kiki Aulia Ucup, secara terbuka mengundang Aldi’s Burger untuk berjualan di festival musik tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026.

Ajakan ini menjadi bukti bahwa strategi marketing unik Aldi tidak hanya berhasil menarik perhatian netizen, tetapi juga dilirik oleh industri hiburan yang lebih besar.

Fenomena Aldi’s Burger juga menjadi contoh menarik bagaimana kreativitas dalam pemasaran digital dapat menghasilkan dampak besar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang tinggi.

Di era media sosial seperti sekarang, perhatian publik menjadi aset yang sangat berharga. Siapa pun yang mampu menarik perhatian dengan cara unik dan autentik memiliki peluang besar untuk viral.

Kisah Aldi Taher dan Aldi’s Burger menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dianggap absurd sekalipun bisa menjadi senjata ampuh jika dilakukan secara konsisten dan kreatif.

Dengan gaya promosi yang santai, jenaka, dan dekat dengan budaya internet, Aldi berhasil membangun identitas brand yang berbeda dari kebanyakan bisnis kuliner lainnya.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Aldi’s Burger akan berkembang menjadi salah satu brand kuliner lokal yang memiliki basis penggemar kuat di media sosial.

Sumber artikel: diolah dari berbagai laporan media mengenai fenomena viral Aldi’s Burger dan strategi promosi Aldi Taher di media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *