BERGAS MEDIA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah dan menyentuh level 5.185,105 yaitu turun sekitar 11,57% ( -678,675 poin) pada penutupan perdagangan Jum’at 16 Oktober 2026.
Menurut laporan resmi CNN Indonesia, IHSG merosot 678,67 poin di bandingkan pada penutupan sebelumnya. Akibat pelemahan IHSG, Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai sempat menghentikan sementara Perdagangan saham (trading halt) pada sesi awal.
Pelemahan ini terjadi di akibatkan setelah MSCI (Morgan Stanley Capital Internastional) memulai konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Berdasarkan data dari RTI Infokom, total nilai transaksi saham mencapai 31,92 triliun rupiah dengan volume sebesar 68,56 miliar lembar saham. Secara keseluruhan, 775 saham mengalami penurunan, sementara hanya 10 saham yang naik dan 10 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Setelah perdagangan dilanjutkan kembali, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah dan ditutup di level 5.185 poin terkoreksi sebesar 11,57% dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan ini juga berdampak pada indeks yang terdiri dari perusahaan berkapitalisasi besar dengan fundamental yang kuat, seperti LQ45 dan IDX30; keduanya berakhir di zona negatif dengan penurunan yang lebih tajam, masing-masing sebesar 13,82% dan 13,73%.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa 812 saham mengalami penurunan nilai, 140 saham stagnan, dan hanya 11 saham yang mencatatkan kenaikan.
Perlu dicatat bahwa beberapa saham dengan fundamental kuat di sektor perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan harga hingga mendekati batas bawah (auto-rejection bawah) sebesar 15%.
Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar turun sebesar 11,08%, dari 10,29 triliun rupiah menjadi 9,15 triliun rupiah. Secara historis, penurunan IHSG ini merupakan yang terbesar sejak krisis keuangan tahun 1998, bahkan melampaui penurunan sebesar 10,38% yang terjadi pada krisis keuangan global tahun 2008.
Sepanjang tahun berjalan (year-to-date), IHSG telah terkoreksi lebih dari 40%, menjadikannya indeks dengan kinerja terburuk secara global. Sejak awal tahun, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia telah menyusut sekitar 350 miliar dolar AS setara dengan 6.315 triliun rupiah, dengan asumsi nilai tukar Rp. 18.000 per dolar AS.
Sementara itu, data dari London Stock Exchange Group (LSEG) menunjukkan bahwa arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia telah mencapai $4,6 miliar atau 84,8 triliun rupiah sepanjang tahun ini.
Volatilitas di pasar saham Indonesia ini bersumber dari kombinasi faktor global dan domestik, terutama dipicu oleh keputusan-keputusan yang diambil oleh MSCI. MSCI menyediakan indeks ekuitas untuk berbagai negara, termasuk Indonesia.

















